MASAMBA, Wartana.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu Utara, Jumal Jayair Lussa, menerima secara resmi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo di Aula Lagaligo, Kantor Bupati Luwu Utara, Kamis (3/9/2026). Penerimaan ini menandai dimulainya program pengabdian mahasiswa di sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Utara.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran camat dan kepala desa yang wilayahnya menjadi lokasi penempatan mahasiswa. Dalam arahannya, Jumal menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk memanfaatkan momentum KKN sebagai sarana belajar langsung dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
“Mahasiswa akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang memiliki pola pikir dan karakter yang berbeda. Ini kesempatan yang sangat baik untuk belajar, bukan hanya dari buku dan lingkungan akademis, tetapi juga dari pengalaman berinteraksi langsung dengan warga,” ujar Jumal di hadapan para mahasiswa.
Jumal menjelaskan bahwa karakteristik masyarakat di Luwu Utara sangat beragam, baik di tingkat kecamatan maupun antardesa. Ia mengingatkan bahwa kemampuan akademis yang tinggi tidak selalu menjamin kemudahan dalam beradaptasi jika tidak dibarengi dengan kemampuan komunikasi dan pendekatan sosial yang baik.
“Orang yang memiliki kemampuan akademis belum tentu lebih mudah beradaptasi. Sebaliknya, mereka yang mampu membangun komunikasi efektif sering kali lebih mudah masuk dalam sistem kerja di tengah masyarakat. Kemampuan menghargai perbedaan adalah modal utama,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sekda menginstruksikan kepada para camat dan kepala desa untuk memberikan pendampingan secara proporsional. Ia berharap pihak pemerintah desa memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar menyelesaikan persoalan lapangan secara mandiri agar mereka memiliki mental yang kuat dalam menghadapi tantangan.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara juga menyatakan komitmennya untuk membantu apabila terdapat kendala teknis maupun sosial selama pelaksanaan KKN. Kegiatan penerimaan ini diakhiri dengan sesi koordinasi antara mahasiswa dengan masing-masing kepala wilayah guna kelancaran program kerja ke depan.









