JAKARTA, WARTANA – Presiden Prabowo Subianto memastikan program Sekolah Rakyat akan diperluas hingga menjangkau masyarakat dari desil 3 hingga 5. Program ini diharapkan mampu memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi lebih banyak anak Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo saat meninjau langsung kegiatan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025). Dalam kunjungannya, Prabowo sempat masuk ke kelas, menyaksikan siswa bernyanyi, serta memperhatikan berbagai fasilitas asrama dan ruang makan.
Menurutnya, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sudah cukup memadai. “Setiap tiga siswa menempati satu kamar dengan kamar mandi. Ini jauh lebih layak dibanding pengalaman saya ketika menempuh pendidikan militer,” kata Prabowo.
Saat ini terdapat 113 Sekolah Rakyat yang telah beroperasi. Hingga akhir September, jumlahnya ditargetkan bertambah menjadi 148 unit. Pemerintah menargetkan pembangunan mencapai 813 sekolah dalam lima tahun ke depan.
Awalnya, program ini dirancang untuk masyarakat dari desil 1 hingga 2. Namun, Presiden menegaskan bahwa anak-anak dari keluarga desil 3 hingga 5 juga berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang setara.
“Sekolah Rakyat adalah investasi penting untuk mengurangi kesenjangan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu kini bisa belajar dengan lebih percaya diri,” ujarnya.
Selain memperluas cakupan, pemerintah juga akan menyalurkan layar digital pintar ke 663 ribu sekolah pada tahun ini. Tahun depan, satu sekolah ditargetkan memiliki tiga layar untuk mendukung pembelajaran jarak jauh.
Layar digital pintar tersebut dilengkapi kamera interaktif sehingga guru dari pusat dapat mengajar langsung ke sekolah-sekolah di daerah terpencil yang masih kekurangan tenaga pendidik.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pihaknya siap mendukung arahan Presiden. Ia menyebut perhatian Prabowo sangat detail, mulai dari kebersihan asrama, gizi siswa, hingga menu makanan harian.
Sementara itu, Ketua Formatur Sekolah Rakyat, M Nuh, menambahkan bahwa akses harus diimbangi dengan kualitas. “Guru, infrastruktur, dan proses pembelajaran adalah kunci utama yang harus dijaga. Ekspansi Sekolah Rakyat tidak boleh mengurangi mutu. Akses dan kualitas harus berjalan seimbang,” tegasnya.









