Operasi Senyap Para Presiden AS: Menyingkap Rahasia di Balik Ancaman Global

Daftar Perjalanan Rahasia Para Presiden AS kala di Bawah Ancaman
Berikut beberapa perjalanan rahasia yang pernah dilakukan presiden-presiden AS di masa lalu. (REUTERS/Pool)

Jakarta, Wartana.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump diketahui secara diam-diam mengganti pesawat kepresidenannya dari Air Force One ke pesawat militer yang lebih kecil saat meninggalkan Turki pada 8 Juli lalu. Insiden ini terjadi usai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO dan dilakukan sebagai respons terhadap kekhawatiran ancaman rudal dari Iran, sebuah detail yang baru-baru ini menarik perhatian publik global.

Proses penggantian pesawat ini melibatkan skenario rumit. Pemasangan kamera dilakukan untuk menyiarkan adegan Trump menaiki Air Force One seperti biasa, sementara truk kontainer katering digunakan untuk memindahkan Trump secara rahasia ke pesawat alternatif. Pemindahan ini dilakukan tanpa sepengetahuan sebagian besar pers dan staf AS yang menyertai rombongan, yang kemudian diminta menutup tirai jendela dan menyerahkan ponsel mereka di pesawat yang mereka yakini ditumpangi sang Presiden.

Praktik perjalanan rahasia Presiden AS ke zona perang atau daerah berisiko tinggi sejatinya sudah berlangsung selama beberapa dekade. Ciri khasnya meliputi tirai jendela tertutup, penyitaan ponsel, dan peringatan keras terhadap kebocoran informasi. Namun, dalam kasus Trump, protokol standar yang mengharuskan staf dan pers diberitahu terlebih dahulu mengenai risiko perjalanan dan diberikan pilihan untuk tidak ikut, tidak diterapkan. “Sifat ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya pada saat itu mengharuskan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi,” ungkap seorang sumber anonim yang mengetahui operasi tersebut. Hanya segelintir pejabat, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang mengetahui operasi kompleks ini.

Sejarah mencatat beberapa perjalanan rahasia presiden AS sebelumnya. Pada November 2003, Presiden George W. Bush membuat publik percaya ia sedang merayakan Thanksgiving di peternakannya di Texas, sementara faktanya ia diam-diam terbang ke Baghdad, Irak. Bush menaiki pesawat lain dari Pangkalan Gabungan Andrews dengan lampu dimatikan dan tirai jendela tertutup, berhasil menghabiskan waktu bersama pasukan di pangkalan AS di Baghdad sebelum berita perjalanannya diizinkan untuk dilaporkan. Demikian pula, pada tahun 2000, Presiden Bill Clinton beralih ke jet militer tak bertanda saat menuju Islamabad, Pakistan, dari Mumbai di tengah ketegangan keamanan.

Perjalanan rahasia juga dilakukan oleh Presiden Barack Obama pada Memorial Day 2014, saat ia melakukan kunjungan mendadak ke pangkalan udara Bagram di Afghanistan. Kunjungan ini, yang direncanakan berbulan-bulan sebelumnya dan dirahasiakan demi alasan keamanan, bertujuan untuk berterima kasih kepada pasukan di zona perang. Kelompok pers kecil diberitahu beberapa hari sebelumnya, dan setibanya di sana, Obama menyampaikan bahwa ia ‘hanya mampir’. Tak ketinggalan, Presiden Trump sendiri juga pernah melakukan kunjungan kejutan ke pasukan AS di Irak pada Natal 2018, yang merupakan perjalanan pertamanya ke zona konflik setelah menjabat presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *