BADAI DI MOSSAD: Dua Pejabat Tinggi Dicopot Usai Misi Penggulingan Rezim Iran Gagal Total

Bos Mossad Israel Pecat 2 Pejabat Gegara Gagal Gulingkan Rezim Iran
Kepala badan intelijen Mossad Israel, Roman Gofman, memecat dua pejabat senior lembaga tersebut menyusul kegagalan rencana untuk menggulingkan pemerintahan Iran. (Foto: AFP/AMIR KHOLOUSI)

Jakarta, Wartana.com – Kepala badan intelijen Israel, Mossad, Roman Gofman, telah memecat dua pejabat senior lembaga tersebut. Keputusan ini diambil menyusul kegagalan rencana strategis untuk menggulingkan pemerintahan Iran.

Pemecatan tersebut melibatkan kepala Direktorat Intelijen Mossad, yang menjabat sejak Desember, serta kepala divisi Iran di badan intelijen itu. Laporan dari media lokal Israel, seperti Channel 12 dan Haaretz, menyebutkan bahwa kedua pejabat ini bertanggung jawab atas penyusunan rencana tertulis. Rencana tersebut berfokus pada mobilisasi kelompok-kelompok minoritas di Iran untuk memicu pemberontakan dan aksi protes massal, dengan tujuan akhir menjatuhkan kepemimpinan Ayatollah di Teheran.

Kegagalan operasi ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Sejak Februari lalu, kedua negara Barat tersebut telah berupaya menekan Teheran, namun upaya untuk menggulingkan rezim Iran belum membuahkan hasil yang diharapkan. Konflik ini bahkan sempat diwarnai kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, sebuah langkah yang tidak dikehendaki Israel, sebelum akhirnya pertempuran kembali pecah dalam beberapa pekan terakhir.

Seorang analis intelijen independen, Dr. Elias Ben-Dov, mengomentari situasi ini. “Pemecatan ini menunjukkan betapa seriusnya kegagalan misi tersebut. Ini bukan hanya soal strategi yang salah, tetapi juga potensi implikasi geopolitik yang lebih luas bagi keamanan regional. Mossad memiliki reputasi yang sangat tinggi, dan kegagalan semacam ini pasti akan memicu evaluasi mendalam di internal mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengklaim bahwa kesepakatan perundingan dengan Iran akan segera tercapai. Namun, Teheran hingga kini membantah adanya perundingan lanjutan dengan Washington. Keengganan Iran untuk bernegosiasi bahkan mendorong Trump untuk mengeluarkan ultimatum, mengancam serangan besar-besaran melebihi skala Perang Dunia II jika rezim Ayatollah Mojtaba Khamenei tidak bersedia berunding.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *