Makassar, Wartana.com – Mashud Azikin, seorang pemerhati persampahan Kota Makassar sekaligus pegiat Eco-Enzyme, baru-baru ini menyatakan bahwa masa depan suatu bangsa dapat diukur secara sederhana melalui cara masyarakatnya memperlakukan sampah. Menurut Azikin, kebiasaan memilah sampah di tingkat rumah tangga adalah indikator kunci peradaban, bahkan lebih dari sekadar pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur.
Pernyataan ini menyoroti pandangan yang berbeda dalam menilai kemajuan suatu negara. Selama ini, tolok ukur seperti nilai investasi, indikator makro, dan pertumbuhan ekonomi kerap menjadi fokus utama. Namun, Azikin menekankan bahwa bagaimana sebuah komunitas bertanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan setiap hari justru memberikan cerminan mendalam tentang tanggung jawab lingkungan dan tingkat kesadaran kolektif.
“Masa depan sesungguhnya dapat dibaca dari tempat sampah di depan rumah. Di sanalah terlihat sejauh mana masyarakat memahami tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Mashud Azikin pada Rabu (12/8/2026). Ia menambahkan bahwa sampah lebih dari sekadar barang tidak berguna; ia adalah jejak konsumsi, cerminan pola makan, pembelian, dan kesediaan individu untuk bertanggung jawab setelah suatu barang tidak lagi digunakan.
Oleh karena itu, Azikin menegaskan bahwa aktivitas memilah sampah bukan hanya tugas kebersihan semata. Lebih dari itu, ia merupakan fondasi pembangunan peradaban yang mencerminkan moral dan etika kolektif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan bumi. Kesadaran akan hal ini, menurutnya, sangat krusial bagi kemajuan Indonesia di masa mendatang.









