BARRU, WARTANA – Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menghadiri sekaligus memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung kedua Pondok Modern Jabal Uhud yang berlokasi di Bottolai, Kecamatan Barru, pada Sabtu (5/7/2025).
Dalam sambutannya, Abustan menyampaikan keyakinannya bahwa Kabupaten Barru merupakan tempat terbaik untuk berinvestasi akhirat.
“Kabupaten Barru adalah tempat yang tepat untuk investasi akhirat. Dan itulah yang saya yakini bahwa ternyata Barru memang tempat berinvestasi akhirat yang paling baik dan benar-benar satu-satunya kabupaten yang ada di dalam Al-Quran pada Surah At-Tur ayat 28,” ungkapnya.
Acara ini dirangkaikan dengan peresmian gedung RKB (Ruang Kelas Belajar) yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Barru.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Abustan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Hj. Mardiana dan Ibu Hj. Nuhria yang telah mewakafkan tanah untuk pembangunan pondok. Ia juga menyampaikan salam dari Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, yang berhalangan hadir karena tugas dinas di Jakarta.
Abustan menyebut pembangunan pondok sebagai bentuk nyata investasi keagamaan dan sosial bagi masa depan daerah.
Gedung kedua yang mulai dibangun ini dirancang dengan spesifikasi teknis unggulan, mulai dari fondasi sedalam 2,5 meter, struktur baja berkualitas, hingga kelengkapan dokumen lingkungan seperti UKL-UPL dan AMDAL. Kapasitasnya ditargetkan mampu menampung hingga 270 santri tambahan, sehingga total daya tampung pondok akan mencapai 540 santri dengan sembilan ruang kelas yang masing-masing berkapasitas 30 siswa.
“Insya Allah tahun depan, kapasitas 540 santri bisa terpenuhi,” ujarnya.
Ia juga memaparkan rencana besar yayasan untuk menjadikan kawasan Jabal Uhud sebagai pusat pendidikan terpadu dengan madrasah, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi. Bahkan direncanakan pembangunan akademi sepak bola Ramang dan Kantor Komando Distrik Militer Barru di kawasan tersebut.
“Kami ingin Botolai menjadi kawasan pendidikan dan wisata religi. Dari sekolah ini kita bisa lihat sunset, kapal masuk dari laut membawa ikan, dan semuanya berpadu dalam keindahan. Konsep ini bukan sekadar sekolah biasa, tapi sekolah luar biasa,” tuturnya.
Wabup Abustan menambahkan bahwa sekolah ini akan berbasis keterampilan (skill-based school) dengan dukungan tenaga kesehatan untuk pengawasan gizi dan penyediaan makanan bergizi seimbang. Meski fasilitasnya unggul, biaya pendidikan tetap terjangkau karena sekitar 80% kebutuhan disubsidi yayasan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada H. Karim dan keluarga atas peran besarnya dalam proses pembangunan pondok.
“Pondok ini juga didesain sebagai tempat mencetak para penghafal Al-Qur’an. Kami ingin mendidik anak-anak yang bukan hanya cerdas, tapi juga memiliki akhlak Qur’ani dan siap membangun masa depan umat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Abustan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menyosialisasikan keberadaan pondok ini.
“Mari kita kenalkan Jabal Uhud, bukan hanya untuk masyarakat Barru, tapi juga untuk seluruh Indonesia,” pungkasnya.











