Pendapatan PDAM Makassar Juli 2025 Tembus Rekor: Lompatan Bersejarah dari Perbaikan Teknis hingga Efisiensi Biaya

WARTANA, MAKASSAR — Juli 2025 menjadi bulan yang tak terlupakan bagi Perumda Air Minum (PDAM) Makassar. Untuk pertama kalinya dalam setahun berjalan, pendapatan perusahaan menembus angka Rp30 miliar, tepatnya Rp30,413 miliar. Capaian ini bukan hanya rekor bulanan tertinggi sepanjang 2025, tetapi juga simbol kebangkitan kinerja setelah periode suram di awal tahun.

Sejak pertengahan April, manajemen baru yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Hamzah Ahmad bergerak cepat memperbaiki fondasi operasional. Hanya dalam tiga bulan, arah kinerja keuangan berbalik. Dari rugi bersih Rp5,26 miliar pada triwulan I, PDAM mencatatkan laba bersih Rp825,71 juta di akhir Juli.

“Lonjakan ini hasil kerja kolektif dalam memperbaiki teknis dan pelayanan. Kami fokus pada inti persoalan,” ujar Hamzah saat konferensi pers, Jumat (8/8/2025).

Salah satu langkah awal yang diambil adalah memperkuat penanganan kebocoran air. Data mencatat, sejak April telah diselesaikan 2.228 titik kebocoran. Dampaknya langsung terasa: 3.114 sambungan langganan (SL) yang semula tak mendapatkan pasokan air kini kembali terlayani.

Hasilnya, tingkat Non-Revenue Water (NRW)—indikator kebocoran dan kehilangan air—anjlok dari level di atas 50 persen menjadi 45,58 persen pada Juli. Angka ini adalah yang terendah sepanjang tahun, sekaligus menjadi sinyal bahwa air yang diproduksi kini jauh lebih efisien sampai ke pelanggan.

“Dengan berkurangnya kebocoran, pelanggan yang selama ini tak menikmati air bersih akhirnya bisa terlayani kembali. Ini langsung memengaruhi pendapatan,” jelas Hamzah.

Selain pemulihan fisik jaringan, manajemen juga menata akurasi pembacaan meter pelanggan. Praktik ini dijalankan paralel dengan perbaikan teknis, memastikan jumlah air yang digunakan benar-benar tercatat dan terbayarkan. Strategi ganda ini terbukti memperbesar basis pendapatan tanpa harus menaikkan tarif.

Di balik kenaikan pendapatan, strategi pengendalian biaya juga memainkan peran besar. Plt Direktur Keuangan Nanang Supriyatno menyebut, salah satu langkah strategis adalah memangkas pos kegiatan “lain-lain” dari Rp2,5 miliar menjadi Rp1 miliar.

Reformasi SDM juga dilakukan. Saat manajemen baru masuk, jumlah karyawan tercatat 1.431 orang untuk melayani 183.936 pelanggan aktif. Berdasarkan regulasi Kementerian Dalam Negeri, rasio ideal adalah 1 karyawan untuk setiap 200 sambungan. Jumlah pegawai kini telah dipangkas menjadi 1.295 orang—masih di atas ideal, namun trennya jelas menuju efisiensi.

Langkah-langkah ini menurunkan beban biaya pegawai dari 36 persen menjadi 27 persen dari total pendapatan, memperkuat struktur keuangan perusahaan.

Tren pendapatan PDAM Makassar sepanjang 2025 menunjukkan pola yang konsisten di kisaran Rp28 miliar per bulan, kecuali Maret yang sempat turun ke Rp25,953 miliar. Lonjakan di Juli menandai titik balik:

 

Januari: Rp28,889 miliar

 

Februari: Rp28,322 miliar

 

Maret: Rp25,953 miliar

 

April: Rp28,379 miliar

 

Mei: Rp28,039 miliar

 

Juni: Rp28,097 miliar

 

Juli: Rp30,413 miliar

 

Sementara itu, tren NRW memperlihatkan cerita yang sama—perbaikan tajam pada Juli:

 

Januari: 53,18%

 

Februari: 53,26%

 

Maret: 51,15%

 

April: 54,24%

 

Mei: 51,87%

 

Juni: 52,47%

 

Juli: 45,58

 

Dari Krisis ke Momentum

 

Lonjakan pendapatan Juli bukanlah keberuntungan musiman. Ia adalah hasil kombinasi strategi yang tepat: mengamankan pasokan dengan menekan kebocoran, memastikan pembacaan meter yang presisi, dan menjalankan efisiensi biaya tanpa mengorbankan pelayanan.

 

Jika tren ini berlanjut, PDAM Makassar bukan hanya mampu menutup tahun dengan laba sehat, tetapi juga membangun fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *