Pemkab Barru Mediasi Polemik Masjid Nurut Tajdid, Ibadah Tetap Berjalan Normal

BARRU, WARTANA – Pemerintah Kabupaten Barru menggelar rapat koordinasi dan mediasi terkait persoalan yang sempat mencuat menjelang Idulfitri di Masjid Nurut Tajdid, kompleks BTN Pepabri. Rapat berlangsung di Ruang Data Kantor Bupati Barru, Rabu (25/3/2026).

Rapat yang dipimpin oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Abubakar, mempertemukan berbagai pihak guna mencari solusi yang menyejukkan sekaligus menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pelaksanaan ibadah salat tetap berjalan seperti biasa di Masjid Nurut Tajdid.

Plh. Sekda Barru mengapresiasi semua pihak yang berkomitmen menjaga situasi tetap aman dan kondusif sehingga kenyamanan serta ketertiban masyarakat dapat terjaga.

“Semua pihak juga diimbau untuk menahan diri serta mengedepankan persatuan, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah, khususnya dalam momentum pasca ramadhan dan Idulfitri”,harap Sekda.

Terkait persoalan kepemilikan aset masjid, disepakati bahwa hal tersebut akan ditempuh melalui jalur hukum untuk menguji keabsahannya. Kedua pihak, baik pengurus masjid maupun pihak organisasi Muhammadiyah, dipersilakan menunjukkan bukti-bukti yang dimiliki melalui lembaga peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Barru, Ahmad Jamaluddin, turut memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar. Ia menegaskan bahwa anggapan yang menyebut Barru sebagai daerah intoleran tidaklah benar.

“Barru adalah daerah yang sangat toleran. Apa yang terjadi beberapa hari lalu hanyalah miskomunikasi dan kurangnya koordinasi di antara pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Pengurus Masjid Nurut Tajdid BTN Pepabri, H. Suaib Arifin, yang menekankan pentingnya menjaga kebersamaan serta tidak memperbesar persoalan yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah bersama untuk meredakan situasi sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di tengah masyarakat Barru, sehingga ibadah dan kehidupan sosial tetap berlangsung dalam suasana damai.

Sebelumnya, menjelang pelaksanaan salat Idulfitri, sempat terjadi perbedaan rencana pelaksanaan antara jamaah Muhammadiyah yang akan melaksanakan salat pada Jumat (20/3/2026) di Masjid Nurut Tajdid dan jamaah non-Muhammadiyah yang akan melaksanakan salat pada Sabtu (21/3/2026).

Untuk mengantisipasi potensi gesekan, pemerintah kecamatan bersama aparat TNI-Polri turun langsung ke lokasi guna mengamankan situasi.

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pihak terkait, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Barru, Kepala Badan Kesbangpol Barru, Kasat Pol PP, Damkar dan Penyelamatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Barru, Kasat Intel Polres Barru, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Barru, Kabag Pemerintahan, Kabag Kesra, Kabag Hukum Setda Barru, Ketua FKUB Barru, Camat Barru, Kapolsek Barru, Danramil 1405-06 Barru, Lurah Coppo, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Barru, serta Ketua Pengurus Masjid Nurut Tajdid BTN Pepabri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *