MAKASSAR, WARTANA — Di bawah langit Makassar yang bersahaja, Universitas Hasanuddin kembali menunaikan janjinya kepada zaman: melahirkan insan berilmu yang siap membaca perubahan.
Kamis (18/12/2025), prosesi wisuda Unhas tak sekadar menjadi ritual akademik, tetapi juga panggung bagi kisah tentang ketekunan, pengalaman, dan kecintaan pada dunia komunikasi.
Di antara para wisudawan, nama A. Widya Warsa Syadzwina mengalir sebagai sorotan. Sosok yang dikenal luas sebagai mantan Juru Bicara Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, itu kini resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Komunikasi.
Sebuah capaian yang menandai perjalanan panjang Wina–sapaannya, dari hiruk-pikuk ruang publik hingga heningnya ruang kajian ilmiah.
Widya dinyatakan lulus pada 30 Oktober 2025, setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Komunikasi dan Olahraga: Studi Manajemen Komunikasi Liga Sepakbola Indonesia di Era Digital” dalam sidang promosi doktor di Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin. Disertasi itu menjadi simpul antara teori dan praktik, antara data dan pengalaman lapangan.
Melalui penelitiannya, Widya menelisik dinamika komunikasi organisasi serta strategi pengelolaan komunikasi liga sepak bola nasional di tengah arus deras teknologi digital.
Ia menegaskan bahwa transparansi, pengelolaan citra, dan pemanfaatan media digital bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan dalam membangun kepercayaan publik dan para pemangku kepentingan sepak bola Indonesia.
Kajian tersebut menemukan relevansinya pada rekam jejak profesional Widya yang lama berkecimpung di dunia sepak bola nasional. Pengalamannya sebagai Media Official PSM Makassar menjadi landasan kuat dalam merajut pendekatan akademik yang aplikatif, menjadikan disertasinya tidak sekadar teks ilmiah, tetapi refleksi nyata dari praktik komunikasi olahraga.
Pihak Universitas Hasanuddin menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut, seraya berharap kontribusi keilmuan yang dihasilkan Widya dapat memperkaya khazanah studi komunikasi olahraga dan menjadi rujukan dalam pengembangan manajemen sepak bola Indonesia di era digital.
Prosesi wisuda ini kembali menegaskan komitmen Unhas sebagai rumah ilmu yang terus menyalakan obor pengetahuan—mencetak sumber daya manusia unggul yang tak hanya pandai berpikir, tetapi juga mampu memberi makna bagi masyarakat dan zamannya. (*)











