Bupati Barru Audiensi dengan Muhammadiyah Sulsel, Kawal Penyelesaian Konflik Masjid Nurut Tajdid

Makassar, Wartana – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., melakukan audiensi strategis dengan jajaran Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan guna mengawal penyelesaian persoalan yang terjadi di Masjid Nurut Tajdid BTN Pepabri Barru.

Pertemuan pertama berlangsung di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel, Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10 No. 38 Makassar, Jumat (27/3/2026). Bupati Barru hadir didampingi Plh. Sekretaris Daerah Barru, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kasat Pol PP, Kabag Kesra, serta Kabag Protokol.

Rombongan diterima langsung oleh Ketua PWM Sulsel, Prof. Ambo Asse, bersama jajaran pengurus inti Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Barru memaparkan secara komprehensif kronologi kejadian di Masjid Nurut Tajdid, termasuk langkah-langkah cepat yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Barru bersama aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan mencegah konflik meluas.

Sebagai penguatan koordinasi, Bupati Barru melanjutkan pertemuan kedua yang digelar di Restoran Sandeq, Jl. Pengayoman Makassar. Pada pertemuan ini, Bupati didampingi Plh. Sekda Barru, Kapolres Barru, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kasat Pol PP, Kabag Kesra, serta Kabag Protokol.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., bersama jajaran PWM Sulsel.

Di hadapan pimpinan Muhammadiyah, Bupati kembali menegaskan kronologi permasalahan serta langkah-langkah penyelesaian yang telah dan sedang ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Barru.

Pemkab Barru sebelumnya telah menginisiasi rapat koordinasi dan mediasi dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Hasilnya, unsur Muhammadiyah dan pengurus masjid sepakat mengedepankan kondusivitas sehingga aktivitas ibadah dapat kembali berjalan normal.

Bupati Barru menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan persoalan tersebut.

“Kami tidak akan membiarkan persoalan ini berlarut. Pemerintah Kabupaten Barru akan mengawal proses ini hingga tuntas, dengan memastikan setiap langkah berjalan adil, transparan, dan berlandaskan hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mempertemukan seluruh pihak guna memastikan penyelesaian final tanpa mengorbankan persatuan dan ketenteraman masyarakat.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Barru akan terus memfasilitasi pertemuan lintas pihak, termasuk dalam penyelesaian aspek kepemilikan aset masjid.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., menyampaikan kesiapan aparat dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Ketua PWM Sulsel, Prof. Ambo Asse, mengapresiasi langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Barru.

“Langkah yang diambil Bupati Barru kami nilai cepat, tepat, dan mengedepankan dialog. Ini menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kondusivitas umat,” ujarnya.

Senada, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., menilai langkah tersebut mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan solutif.

“Pendekatan persuasif dan mediasi yang dilakukan diharapkan tidak hanya menghasilkan kepastian hukum, tetapi juga memperkuat kedewasaan dalam menyikapi perbedaan serta menjadi rujukan penyelesaian konflik sosial secara damai,” katanya.

Ia berharap proses penyelesaian terus dikawal hingga tuntas dan menjadi contoh penyelesaian konflik yang berkeadaban di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *