Bapak-Bapak OPD Bergoyang di Alun-Alun: “Tamang Pung Kisah” Pecahkan Tawa Warga Barru

WARTANA, BARRU – Kamis sore (14/8/2025), Alun-Alun Colliq Pujie tak seperti biasanya. Tempat yang kerap dipenuhi warga untuk berolahraga atau sekadar bersantai itu mendadak berubah menjadi panggung tawa, warna, dan sorak-sorai. Musik riang menggema dari pengeras suara, berpadu dengan suara penonton yang berteriak memberi semangat.

Pemerintah Kabupaten Barru punya cara unik untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80. Lewat Lomba Senam Kreasi Tamang Pung Kisah, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga staf turun langsung ke arena, kali ini bukan untuk rapat atau memimpin apel, melainkan untuk… bergoyang.

Yang membuat acara semakin menggelitik, seluruh peserta lomba adalah laki-laki. Bahkan, OPD yang biasanya diwakili pejabat perempuan pun diganti oleh sekretaris laki-laki demi menjaga konsep. Alhasil, panggung dipenuhi para pejabat dan pegawai pria yang mengenakan kostum warna-warni, lengkap dengan gaya yang jauh dari kesan kaku.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, hadir langsung di tengah warga. Dengan senyum lebar, ia menyapa satu per satu tim yang bersiap tampil. “Selamat bertanding para pimpinan OPD! Tunjukkan keahlian dan keberanianta. Jangan malu-malu, pokoknya berani bergoyang di Senam Tamang Pung Kisah,” ucapnya sambil memberi semangat.

Begitu musik diputar, suasana langsung pecah. Ada yang bergoyang luwes, ada pula yang bergerak kaku tapi penuh percaya diri. Beberapa tim bahkan menambahkan gerakan kocak—mulai dari gaya ala robot hingga tarian parodi yang sukses memancing tawa penonton. Di sisi tribun, para pendukung dari masing-masing OPD membalas dengan yel-yel dan teriakan dukungan yang membuat suasana makin meriah.

Tak hanya sekadar lomba, kegiatan ini menjadi ajang unjuk kekompakan. Di balik tawa dan tingkah lucu peserta, terselip pesan bahwa kebersamaan dan kreativitas bisa tumbuh di mana saja—bahkan di antara barisan birokrat yang biasanya identik dengan keseriusan.

Bupati Barru pun terlihat menikmati setiap momen. Sesekali ia ikut bergoyang di panggung kehormatan, mengikuti irama lagu yang membakar semangat. Hingga acara berakhir, ia tak beranjak, seolah tak ingin melewatkan satu pun aksi para peserta.

Acara ini diikuti 61 tim dari seluruh instansi pemerintah, instansi vertikal, BUMN, dan BUMD se-Kabupaten Barru. Lomba akan berlangsung selama dua hari, dari 14 hingga 15 Agustus 2025, dan dipastikan akan terus mengundang gelak tawa penonton hingga babak penentuan juara.

Di langit senja Barru, lampu-lampu panggung mulai menyala. Musik terus berputar, tawa penonton belum juga reda, dan di atas panggung, para bapak-bapak OPD membuktikan bahwa merayakan kemerdekaan tak harus selalu formal. Kadang, kemerdekaan juga soal berani tampil beda—meski itu berarti bergoyang habis-habisan di depan seluruh warga.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *