Makassar, Wartana.com – Realisasi investasi di Kota Makassar mencapai angka impresif Rp5,003 triliun pada Triwulan III tahun 2026, periode Januari hingga September. Data yang dirilis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar ini menunjukkan peningkatan sebesar 22,07% atau Rp904,80 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat Rp4,09 triliun.
Total investasi ini tercatat dari 12.343 proyek yang berhasil menarik 10.426 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 274 tenaga kerja asing (TKA). Peningkatan signifikan ini menandakan pertumbuhan ekonomi yang stabil di tengah tantangan global.
“Capaian ini merupakan bukti komitmen pemerintah kota dalam menciptakan ekosistem investasi yang menarik dan efisien,” ujar Kepala DPMPTSP Kota Makassar, Bapak Andi Pratama (fiktif), pada Senin (1/11/2026). “Kami bersyukur atas kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri, yang memilih Makassar sebagai tujuan investasi mereka, serta kontribusi signifikan pada penyerapan tenaga kerja lokal.”
Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan kontribusi Rp4,325 triliun (86,43%), menunjukkan lonjakan sebesar 34,32% atau bertambah Rp1,1 triliun dari Rp3,22 triliun pada 2025. Peningkatan drastis PMDN terlihat pada Triwulan III yang mencatatkan Rp2,219 triliun dari 2.242 proyek. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp678,80 miliar (13,57%), mengalami penurunan 22,77% dari Rp878,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Beberapa sektor menunjukkan pertumbuhan investasi yang menonjol. Sektor Jasa Lainnya memimpin dengan Rp1,413 triliun (naik 142,63%), diikuti oleh Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi dengan Rp793,00 miliar (naik 17,77%). Sektor Industri Makanan mencatat peningkatan tertinggi sebesar 271,09% dengan nilai Rp506,79 miliar. Lima perusahaan pelapor teratas yang berkontribusi signifikan antara lain PT. Siloam International Hospitals (Rp966,11 miliar) dan PT. Fajar Graha Pena Makassar (Rp272 miliar).
Investasi PMA terbesar berasal dari Malaysia dengan Rp226,3 miliar, diikuti oleh Hongkong RRT Rp207,36 miliar, dan Singapura Rp141,66 miliar. Secara keseluruhan, Kota Makassar menyumbangkan porsi yang signifikan, yakni Rp5 triliun atau sekitar 32,80% dari total realisasi investasi Provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai Rp15,25 triliun, menegaskan posisinya sebagai penggerak utama ekonomi regional.









