GOWA, Wartana.com – Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi memulai sejarah baru dalam sistem pertahanan nasional dengan menjadi pelopor program Komponen Cadangan (Komcad) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memimpin upacara pembukaan pelatihan dasar kemiliteran bagi sekitar 500 ASN dan lebih dari 2.000 kepala desa di Markas Komando Rindam XIV/Hasanuddin, Kabupaten Gowa, pada Senin (30/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembentukan Komcad Tahun Anggaran 2026, hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulsel dengan Kementerian Pertahanan RI. Pelatihan yang akan berlangsung selama dua bulan ini bertujuan untuk menyiapkan cadangan strategis dari unsur ASN, khususnya yang berusia di bawah 35 tahun, serta para kepala desa, untuk memperkuat pertahanan negara.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyatakan, pembukaan pelatihan ini adalah wujud sinergi antara Pemprov Sulsel dan Kementerian Pertahanan. “Alhamdulillah, hari ini kita telah membuka pelatihan dasar kemiliteran dari jajaran ASN dan kepala desa,” ujarnya. Ia menambahkan, program ini bertujuan meningkatkan rasa patriotisme dan kesadaran bela negara, sekaligus mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem pertahanan nasional berbasis kemasyarakatan.
Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Gabriel Lema, menekankan makna strategis dan historis program ini. “Dalam amanat Bapak Menhan (Sjafrie Sjamsoeddin), sudah sangat jelas bahwa Komcad ini menempatkan Sulawesi Selatan sebagai ujung tombak, pionir, sekaligus pembuka kegiatan ini. Ini adalah bagian dari sejarah nasional kita,” tegas Gabriel Lema. Ia menambahkan, setelah 80 tahun kemerdekaan Indonesia, sistem pertahanan berbasis bela negara yang diamanatkan undang-undang kini diwujudkan secara nyata dan terstruktur, dimulai dari Sulsel.
Letjen TNI Gabriel Lema menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulsel atas inisiasi ini. Menurutnya, program ini akan menjadi bagian penting dalam membekali masyarakat dengan jiwa patriotisme. “Hari ini sejarah nasional dimulai dari Sulawesi Selatan, untuk NKRI,” pungkasnya, menandai dimulainya babak baru dalam penguatan sistem pertahanan negara melalui keterlibatan elemen masyarakat sipil.









