Makassar, Wartana.com – Warga Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar, kini memiliki akses transportasi laut gratis setelah Pemerintah Kota Makassar meresmikan pengoperasian “KM Banawa Nusantara 27” atau yang akrab disebut “Pete-pete Laut”. Peluncuran layanan ini dilakukan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Dermaga Pulau Barrang Lompo pada Jumat, 12 Juni 2026, sebagai upaya nyata menjawab keterbatasan aksesibilitas di wilayah kepulauan.
Munafri Arifuddin menyatakan bahwa program “Pete-pete Laut” merupakan inisiatif penting untuk menyediakan solusi atas tantangan transportasi yang selama ini dihadapi oleh masyarakat di Kepulauan Sangkarrang. “Hari ini kita melakukan peluncuran awal sebuah program yang menjadi solusi bagi kondisi masyarakat Kepulauan Sangkarrang,” ujar Munafri dalam sambutannya saat peresmian kapal jenis kayu tersebut.
Layanan “Pete-pete Laut” akan beroperasi secara terjadwal tanpa biaya. Kapal akan memulai perjalanannya setiap hari dari Pulau Barrang Lompo pada pukul 07.00 Wita, kemudian melayani rute menuju Pulau Bone Tambu, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, dan melanjutkan perjalanan ke pulau-pulau terluar lainnya sebelum kembali ke Barrang Lompo. Wali Kota Munafri menegaskan bahwa seluruh perjalanan bersifat gratis. “Setiap perjalanan kapal ini tidak dipungut biaya. Tidak ada tarif yang ditentukan. Semuanya gratis untuk masyarakat yang ada di pulau-pulau,” tegasnya.
Munafri menambahkan, moda transportasi ini bukan semata-mata milik pemerintah, melainkan fasilitas publik yang difasilitasi oleh pemerintah dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga kepulauan untuk menjaga dan memanfaatkannya. Kehadiran “Pete-pete Laut” diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat konektivitas wilayah kepulauan dengan daratan, yang selama ini menjadi faktor pembatas dalam berbagai aspek pembangunan.
Dengan beroperasinya transportasi laut yang terjadwal dan gratis ini, mobilitas masyarakat di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, dan terjangkau. Program ini tidak hanya mendukung akses pendidikan bagi pelajar, layanan kesehatan bagi tenaga medis, serta guru yang bertugas di wilayah kepulauan, tetapi juga berbagai layanan publik lain yang sebelumnya terkendala faktor transportasi. Pengoperasian “Pete-pete Laut” ini dianggap sebagai simbol pemerataan pembangunan yang menjangkau seluruh wilayah Kota Makassar, termasuk gugusan kepulauan.









