Toraja Utara, Wartana.com – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman secara resmi memulai (ground breaking) rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Balombong di Lembang Bori’ Lombongan, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas layanan irigasi secara signifikan guna mendukung sektor pertanian di wilayah tersebut.
Acara ground breaking yang berlangsung di lokasi tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Bupati Tana Toraja Frederik Victor Palimbong, dan Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi. Rehabilitasi DI Balombong merupakan bagian integral dari Paket 4 Multiyears Project (MYP) rehabilitasi daerah irigasi yang mencakup delapan daerah irigasi di lima kabupaten: Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp120 miliar. Khusus untuk DI Balombong, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan dana sebesar Rp24,6 miliar.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyatakan bahwa proyek rehabilitasi ini krusial untuk mengoptimalkan potensi irigasi yang ada. “Ini desainnya 1.040 (hektar), tapi sekarang kapasitasnya cuma 16 persen dan kita akan tingkatkan menjadi 80 persen. Sehingga menjadi 800 hektar bisa teririgasi kembali,” ujarnya, menyoroti potensi peningkatan signifikan yang akan dicapai.
Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa setelah rehabilitasi, DI Balombong akan berfungsi sebagai irigasi teknis penuh, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian secara substansial. “Di sini akan menjadi irigasi teknis dan bisa 2 kali setahun (panen) dengan kapasitas yang lebih luas,” tambah Gubernur, mengindikasikan bahwa lahan pertanian di area tersebut dapat ditanami hingga dua kali dalam setahun.
Andi Sudirman juga mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat agar seluruh proses pekerjaan rehabilitasi dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Ia optimistis bahwa rampungnya rehabilitasi DI Balombong akan membawa manfaat besar bagi para petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan secara langsung berkontribusi pada kemajuan Sulawesi Selatan secara keseluruhan.









