JAKARTA, WARTANA – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), mengimbau masyarakat agar menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kehati-hatian sekaligus memperkuat kehidupan sosial dan ekonomi, di tengah kondisi masyarakat dan alam yang penuh tantangan.
Pesan tersebut disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan usai membuka Pelatihan Akustik Masjid yang diikuti sekitar 109 peserta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026).
Menurut JK, situasi yang dihadapi masyarakat saat ini menuntut adanya kesadaran bersama untuk tetap bekerja keras dan saling mendukung, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam membangun kehidupan sosial dan ekonomi.
“Dalam situasi masyarakat dan kondisi alam seperti sekarang, Ramadhan harus mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati,” ujar Jusuf Kalla.
Ia menekankan bahwa upaya pembangunan dan pemulihan ekonomi memerlukan kerja keras yang berkelanjutan, meskipun tantangan yang dihadapi tidak ringan.
“Kami bekerja keras membangun kondisi seperti ini. Banyak ahli ekonomi mengatakan bahwa kita memang sedang menghadapi situasi yang sulit,” katanya.
JK juga mengajak masyarakat untuk saling mendoakan agar roda perekonomian tetap berjalan dengan baik dan masyarakat tetap memiliki semangat untuk beraktivitas secara produktif.
“Kita perlu saling mendoakan agar masyarakat tetap bekerja dengan baik dan keras, serta saling memberikan dorongan agar ekonomi tetap berjalan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Jusuf Kalla menegaskan bahwa Ramadhan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial dan membangun masyarakat secara menyeluruh.
“Jadi Ramadhan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga bagaimana kita membangun masyarakat,” pungkasnya.(*)











