Jalur Kritis Dunia Terancam: Mengungkap Lokasi Selat Bab Al Mandab yang Dibidik Houthi

INFOGRAFIS: Lokasi Bab Al Mandab Laut Merah yang Mau Diblokade Houthi

Jakarta, Wartana.com – Kelompok Houthi di Yaman baru-baru ini meningkatkan ancaman untuk memblokade Selat Bab Al Mandab, sebuah jalur maritim strategis di Laut Merah yang merupakan salah satu arteri perdagangan global paling vital. Ancaman ini berpotensi mengganggu aliran minyak, bahan bakar, dan kargo lainnya yang melintasi kawasan tersebut, menimbulkan kekhawatiran serius di pasar internasional dan komunitas maritim.

Selat Bab Al Mandab, yang secara harfiah berarti “Gerbang Air Mata”, memiliki lebar sekitar 29 kilometer di titik tersempitnya, menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden di Samudra Hindia. Lokasi geografisnya yang krusial menjadikannya sebagai pintu gerbang utama bagi kapal-kapal yang berlayar antara Eropa, Amerika Utara, dan Asia melalui Terusan Suez. Setiap harinya, jutaan barel minyak mentah dan produk olahan melewati selat ini, menjadikannya kunci pasokan energi dunia.

Ancaman dari Houthi, kelompok yang menguasai sebagian besar Yaman, disebut-sebut sebagai respons terhadap konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, khususnya terkait dukungan terhadap Palestina dan tekanan terhadap negara-negara yang bersekutu dengan Israel. Serangan-serangan sebelumnya yang dilakukan Houthi, termasuk penggunaan rudal dan drone terhadap kapal-kapal di perairan internasional, menunjukkan kemampuan mereka untuk mengganggu lalu lintas maritim di wilayah tersebut.

“Blokade di Bab Al Mandab akan memicu kekacauan besar dalam rantai pasokan global, terutama untuk energi,” ujar Dr. Budi Santoso, Analis Geopolitik Maritim dari Universitas Bhayangkara, Jakarta. “Biaya pengiriman akan melonjak drastis, dan dampaknya akan terasa hingga konsumen di berbagai belahan dunia, menyebabkan inflasi dan ketidakpastian ekonomi yang lebih luas.” Ini menggarisbawahi urgensi bagi komunitas internasional untuk menemukan solusi diplomatik guna meredakan ketegangan di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *