Insiden Fatal di Miami: Pesawat Kargo Amazon Tergelincir dan Terbakar, Lima Tewas

Pesawat Kargo Tergelincir saat Mendarat di Miami AS, 5 Tewas
Penampakan pesawat kargo Amazon Prime Air tergelincir di Bandara Miami pada Minggu (6/9). Foto: REUTERS/Marco Bello

Miami, Wartana.com – Sebuah tragedi udara mengguncang Bandara Internasional Miami, Amerika Serikat, pada Minggu (6/9) waktu setempat, ketika sebuah pesawat kargo Amazon Air tergelincir dari landasan pacu saat mencoba mendarat. Insiden nahas ini menyebabkan lima orang tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka. Pesawat tersebut menabrak sejumlah kendaraan di area bandara sebelum terbakar hebat, memicu kepulan asap tebal yang membumbung tinggi.

Kepala Pemadam Kebakaran Miami, Raied Jadallah, mengonfirmasi jumlah korban jiwa dan luka-luka tersebut. Menurut Jadallah, tiga korban luka-luka berada dalam kondisi kritis dan segera dilarikan ke pusat trauma, sementara dua korban lainnya dibawa ke rumah sakit setempat. Petugas penyelamat menghadapi tantangan berat untuk mengevakuasi beberapa korban yang terjebak di dalam kendaraan yang tertabrak, serta para pilot yang terperangkap di kokpit pesawat.

“Pasien terakhir kami adalah para pilot yang dievakuasi dari pesawat, jadi kami perlu menemui mereka dan memberikan perawatan,” ujar Jadallah, dikutip dari laporan salah satu media terkemuka. Tim penyelamat menyebutkan bahwa api diduga bermula dari mesin pesawat, dan upaya pemadaman kobaran api telah dilakukan secara intensif di lokasi kejadian.

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. Meskipun demikian, tinjauan audio kontrol lalu lintas udara menunjukkan bahwa pilot pesawat tidak menyatakan adanya keadaan darurat sebelum pendaratan. Juru bicara Amazon Air, yang mengoperasikan pesawat melalui maskapai 21 Air, memberikan pernyataan singkat mengenai insiden ini.

“Kami bisa mengonfirmasi bahwa pesawat Amazon Air yang dioperasikan 21 Air mengalami insiden saat mencoba mendarat di Bandara Internasional Miami hari ini,” kata juru bicara tersebut kepada salah satu stasiun berita. “Situasi ini berkembang dengan cepat dan kami masih mengumpulkan detailnya. Saat ini, prioritas utama kami adalah keselamatan, kesejahteraan, dan perawatan semua orang yang terlibat. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung mereka yang terdampak dan akan bekerja sama dengan otoritas serta pejabat setempat untuk memahami secara pasti apa yang terjadi.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *