LUWU UTARA, Wartana.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menggelar Festival Literasi sebagai upaya strategis untuk menjaring potensi talenta muda sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah ini mengusung tema “Literasi Bergerak, Luwu Utara Unggul, Terkemuka dan Akseleratif” pada Rabu (4/11/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD, TNI, Polri, serta Pustakawan Ahli Madya Provinsi Sulawesi Selatan. Pembukaan festival dimeriahkan dengan pertunjukan teater dan drama musikal bertajuk Masamba Affair yang dibawakan oleh siswa-siswi SMA Negeri 8 Luwu Utara sebagai bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Abdullah Rahim menyatakan bahwa festival ini merupakan langkah nyata untuk menemukan bakat-bakat baru yang selama ini belum memiliki ruang untuk berkembang. Ia menekankan pentingnya memberikan wadah positif bagi generasi muda agar mampu menyalurkan kreativitas mereka di bidang literasi dan seni.
“Kegiatan seperti ini memberikan energi positif dan menjadi instrumen penting untuk menemukan talenta baru di dunia literasi, khususnya bagi generasi muda di Luwu Utara. Kami melihat masih banyak potensi yang belum tersalurkan, dan melalui festival ini kita berharap dapat mempersiapkan generasi masa depan yang unggul,” ujar Andi Abdullah Rahim.
Selain perlombaan dan seni, festival ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Bunda Literasi untuk 15 kecamatan se-Kabupaten Luwu Utara. Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati bersama Bunda Literasi Kabupaten Luwu Utara, Misnawati Andi Abdullah Rahim, dengan harapan para pengurus baru dapat menjadi motor penggerak literasi hingga ke tingkat desa.
Misnawati menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk menghidupkan budaya membaca di tengah masyarakat. “Amanah ini harus diwujudkan melalui gerakan nyata. Kami berharap terbentuknya Bunda Literasi di tingkat kecamatan mampu memperluas akses dan kecintaan anak-anak terhadap dunia literasi,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan Festival Literasi ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berkomitmen membangun ekosistem literasi yang kuat dan inklusif. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka gemar membaca, tetapi juga melahirkan generasi yang kreatif, berdaya saing, dan siap membawa daerah menuju kemajuan di masa depan. (*)









