Barru, Wartana.com – Jejak kerja sama Kabupaten Barru dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) kembali terhubung setelah sejumlah alumni Japan Overseas Cooperation Volunteers (JOCV) mengunjungi Barru. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali manfaat program yang pernah dijalankan lebih dari dua dekade lalu sekaligus membuka peluang kolaborasi baru.
Rombongan alumni JICA diterima Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang di Rumah Jabatan Wakil Bupati Barru, Rabu (26/8/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, dengan pembahasan yang tidak hanya bernuansa nostalgia, tetapi juga mengarah pada kemungkinan pengembangan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Barru saat ini.
Bagi Abustan, JICA memiliki tempat khusus dalam perjalanan hidupnya. Ia tidak hanya pernah menjadi penerima manfaat program, tetapi juga terlibat langsung dalam kerja sama tersebut setelah ditunjuk Pemerintah Kabupaten Barru sebagai Junior Expert pada 1995–1996.
“JICA di Barru itu sangat berkesan dan sangat bermanfaat,” kata Abustan.
Pengalaman tersebut, menurutnya, turut membentuk karakter dan cara pandangnya dalam menjalankan pekerjaan. Dua nilai yang paling melekat hingga kini adalah kedisiplinan dan pola kerja.
“Yang pertama yang saya ambil hikmahnya itu disiplin. Yang kedua, cara kerja,” ujarnya.
Abustan menuturkan, sejumlah program JICA yang pernah dilaksanakan di Barru masih memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya sarana air bersih di Desa Galung yang hingga kini disebut masih dimanfaatkan sekitar 400 kepala keluarga.
Program lainnya mencakup pembangunan jaringan irigasi di Desa Palakka serta pembibitan tanaman. Pemerintah Kabupaten Barru bahkan kini kembali menghidupkan Balai Pembibitan di Desa Tompo untuk dikembangkan menjadi pusat pembibitan tanaman tahunan.
“Harapan kami, pengalaman-pengalaman yang sudah ada ini bisa menjadi modal untuk kita membangun Barru secara berkelanjutan,” tuturnya.
Menurut Abustan, pengalaman kerja sama tersebut dapat menjadi pijakan untuk merancang program baru yang lebih sesuai dengan tantangan pembangunan saat ini. Salah satu yang tengah didorong adalah program Ekonomi Berkecukupan yang menyasar keluarga miskin dengan keterbatasan akses terhadap sumber ekonomi.
Peluang kerja sama juga terbuka pada sektor perhutanan sosial, penyediaan air bersih, pembibitan serta pemberdayaan pemuda. Keterlibatan JICA dinilai dapat memberikan nilai tambah melalui transfer pengetahuan, pengalaman, kedisiplinan dan etos kerja, terutama bagi generasi muda.
Di bidang ketenagakerjaan, Pemkab Barru juga mulai membuka peluang penempatan tenaga kerja ke Jepang. Saat ini, sembilan orang disebut telah siap berangkat, sementara dua orang lainnya sudah lebih dahulu bekerja di Jepang.
Karena itu, Abustan menilai kedatangan para alumni JICA bukan sekadar agenda reuni. Kunjungan tersebut menjadi peluang untuk kembali mengaktifkan jejaring yang pernah memberikan kontribusi penting terhadap pembangunan Barru.
“Mudah-mudahan ini tidak berhenti. Harapan kami masih ada program lanjutan,” ujarnya.
Perwakilan JICA, Tachibana Hideharu, Governance and Peace Building Department Director General, mengaku terkesan melihat sejumlah hasil kerja sama yang masih dirasakan masyarakat Barru.
Sebelum bertemu dengan Wakil Bupati, Tachibana bersama rombongan terlebih dahulu mengunjungi sejumlah desa untuk melihat langsung hasil program JICA. Di antaranya sarana air bersih di Desa Galung dan jaringan irigasi di Desa Palakka yang masih dimanfaatkan masyarakat.
Namun, Tachibana menilai keberhasilan sebuah program pembangunan tidak semata-mata diukur dari keberadaan fisik fasilitas yang dibangun.
Menurutnya, hal yang lebih penting adalah pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh masyarakat selama program berlangsung tetap diterapkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Yang paling penting saya merasa senang sekali karena masyarakat masih memakai ilmu-ilmu dari kerja sama kami,” ujar Tachibana.
Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa dampak sebuah kerja sama pembangunan dapat bertahan jauh melampaui masa pelaksanaan proyek. Di Barru, manfaatnya masih terlihat melalui fasilitas yang terus digunakan, pengetahuan yang tetap diterapkan, serta sumber daya manusia yang kemudian mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Tachibana Hideharu didampingi sejumlah alumni JICA, yakni Prof. Takahashi Kazushi, Prof. Oguni Kazuko, dan Kato Kazumi.
Sementara itu, sejumlah pihak turut mendampingi Wakil Bupati Barru, antara lain mantan Kepala Bappeda Barru H. Iskandar Hamid dan Ir. H. Nasruddin Yake, mantan Kepala Dinas Peternakan Barru H. Andi Amin Manggabarani, mantan Inspektur Daerah H. Kaharuddin, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Barru H. Jamaluddin, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kepemudaan dan Olahraga H. Muhammad Syukri, Kepala Puskesmas Palakka H. Takbir, serta sejumlah pihak yang pernah terlibat dalam program kerja sama JICA di Kabupaten Barru.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari terbukanya kembali kerja sama yang lebih luas, dengan pengalaman masa lalu sebagai fondasi untuk menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Barru di masa mendatang.









