Layang-layang Picu Ketegangan Gaza: Dewan Perdamaian Minta Hamas Berhenti Menerbangkan

Dewan Perdamaian Tekan Hamas Setop Terbangkan Layang-layang ke Israel
BoP desak Hamas setop terbangkan layang-layang dari Gaza ke arah Israel. Foto: AFP/BASHAR TALEB

Jakarta, Wartana.com – Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) pada Selasa (25/8) mendesak kelompok milisi Hamas Palestina untuk menghentikan penerbangan layang-layang ke wilayah Israel. Desakan ini disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan di perbatasan setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengancam akan melancarkan serangan balasan jika aktivitas serupa terus berlanjut.

Dalam pernyataan resminya, BoP menegaskan bahwa “segala aktivitas militan di Gaza, termasuk penerbangan layang-layang,” harus dihentikan. “Kami telah menyampaikan pesan ini secara langsung melalui mekanisme yang telah ditetapkan,” ujar BoP, sebagaimana dikutip dari laporan AFP. Selain itu, BoP juga menyerukan Israel untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata dan tidak bereaksi berlebihan terhadap insiden yang bukan merupakan ancaman nyata.

Ketegangan bermula pada Minggu (23/8), ketika Perdana Menteri Netanyahu mengancam Hamas akan menyerang Gaza kembali apabila layang-layang, drone, atau balon terus diterbangkan ke Israel. Ancaman ini muncul setelah beberapa layang-layang ditemukan di selatan Israel. Penemuan tersebut membangkitkan kekhawatiran warga Israel, mengingatkan mereka pada insiden masa lalu di mana layang-layang dan balon membawa alat pembakar mendarat di wilayah mereka. Meskipun demikian, layang-layang yang ditemukan kali ini dikonfirmasi tidak membawa bahan peledak, dengan hanya satu yang dilaporkan memuat pesan politik.

Anggota biro politik Hamas, Basem Naim, merespons pernyataan BoP dengan kemarahan. Ia menganggap desakan tersebut tidak masuk akal karena layang-layang yang dimaksud murni merupakan milik anak-anak Palestina. “Sungguh lancang! Apakah masuk akal jika upaya untuk menyenangkan penjahat perang Netanyahu membuat mereka melabeli aktivitas anak-anak yang tidak bersalah sebagai aktivitas bersenjata, sementara Netanyahu terus membunuh dan menghancurkan setiap hari meskipun ada kesepakatan?” kata Naim.

Senada dengan Hamas, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyebut ancaman Netanyahu perihal layang-layang di Gaza sebagai hal yang “keterlaluan.” Juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, Ravina Shamdasani, menyatakan, “Mengenai ancaman pengusiran akibat anak-anak menerbangkan layang-layang, saya harap kita semua sepakat bahwa ini keterlaluan.” Sebelumnya, pada Senin (24/8), otoritas Gaza melaporkan setidaknya lima orang, termasuk dua anak-anak, tewas akibat tembakan yang dilancarkan Israel.

Dewan Perdamaian sendiri dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi gencatan senjata di Gaza. Sejak dideklarasikan, Israel dilaporkan terus melanggar kesepakatan tersebut dengan melancarkan serangan yang menewaskan 1.288 warga Palestina. Meskipun pada awalnya BoP mendesak Israel untuk menarik pasukannya secara bertahap dari Gaza, pernyataan terbaru mereka menunjukkan adanya perubahan sikap, meyakinkan Netanyahu bahwa pasukan Israel tidak perlu angkat kaki hingga Hamas melucuti seluruh senjatanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *