MAKASSAR, Wartana.com — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, resmi membuka perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tahun 2026. Acara pembukaan tersebut berlangsung khidmat di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (24/8/2026) malam.
Ajang dua tahunan ini diawali dengan parade defile dari 117 kafilah yang berasal dari 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga. Tercatat sebanyak 1.157 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh penjuru Indonesia berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba yang diselenggarakan dalam kompetisi religi berskala nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa MTQ KORPRI merupakan momentum penting untuk memperkuat integritas aparatur negara melalui nilai-nilai Al-Qur’an. Ia menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar perlombaan seni membaca ayat suci, melainkan upaya mendasar dalam membangun karakter ASN yang berakhlak mulia.
“MTQ tidak boleh dimaknai sebatas ajang perlombaan seni membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk memperkuat persaudaraan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus membangun integritas aparatur negara dalam memberikan pelayanan publik terbaik,” ujar Nasaruddin dalam pidato pembukaannya.
Menteri Agama juga menggarisbawahi relevansi tema tahun ini, yaitu “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh”. Menurutnya, perjuangan membangun bangsa saat ini tidak lagi menggunakan senjata, melainkan melalui profesionalisme dan moralitas para abdi negara. Selain manfaat spiritual, ia menyebutkan bahwa acara ini memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal, terutama pada sektor perhotelan, transportasi, hingga usaha kuliner di Makassar.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. Pemilihan Makassar sebagai tuan rumah juga memiliki nilai historis yang kuat, mengingat kota ini merupakan lokasi pelaksanaan MTQ tingkat nasional pertama di Indonesia pada tahun 1968 silam.









