Perkuat Armada Kebersihan, DLH Makassar Tambah Puluhan Kendaraan dan Mesin Pengolah Sampah

Perkuat Armada Kebersihan, DLH Makassar Tambah Puluhan Kendaraan dan Mesin Pengolah Sampah

MAKASSAR, Wartana.com – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat sarana dan prasarana pengelolaan persampahan untuk mengimbangi tingginya volume sampah harian. Pada pertengahan 2026, DLH menambah armada baru berupa 30 unit motor sampah dan 10 unit truk arm roll guna memastikan kelancaran pengangkutan limbah dari pemukiman warga menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar, Helmy Budiman, menjelaskan bahwa penambahan ini merupakan langkah strategis untuk meremajakan armada yang ada. Berdasarkan data DLH, saat ini terdapat 1.073 unit motor roda tiga yang tersebar di 14 kecamatan, namun ratusan di antaranya dalam kondisi rusak ringan hingga berat. Selain kendaraan pengangkut, pemerintah juga mulai bertransformasi dengan menghadirkan teknologi mesin pengolah sampah di tingkat wilayah.

“Pengadaan armada baru sudah kami lakukan. Pada tahun ini, terdapat penambahan 30 unit motor sampah dan 10 unit armroll. Kami juga mulai beralih secara bertahap menggunakan mesin sampah karena alat tersebut lebih hemat dan mampu mengangkut sampah dalam jumlah yang lebih banyak,” ujar Helmy Budiman di Makassar, Selasa (25/8/2026).

Selain menambah kendaraan, DLH Makassar telah menyiapkan puluhan mesin pengolah sampah untuk didistribusikan ke tingkat kecamatan melalui fasilitas TPS3R. Mesin tersebut terdiri atas 10 unit mesin pencacah anorganik, 10 unit mesin pengayak, dan 24 unit mesin pembubur. Kehadiran mesin-mesin ini diharapkan dapat mempercepat proses pemilahan dan daur ulang sampah sehingga volume sampah yang berakhir di TPA dapat ditekan secara signifikan.

Helmy menekankan bahwa efektivitas penanganan sampah tidak hanya bergantung pada penambahan armada, tetapi juga pada perubahan pola pikir masyarakat dalam memilah sampah dari rumah. Sampah organik, misalnya, didorong untuk diolah menjadi pakan ternak atau kompos. “Jika Bank Sampah Unit, Bank Sampah Sektor, dan TPS3R sudah bertumbuh di masing-masing wilayah, otomatis volume sampah yang dapat diselesaikan akan semakin besar,” tambahnya.

Pemerintah Kota Makassar juga merencanakan pengadaan mesin pencacah organik pada anggaran pokok berikutnya untuk mengoptimalkan pembuatan pupuk kompos di masyarakat. Dengan sistem pengelolaan berbasis wilayah dan dukungan teknologi ini, Pemkot Makassar menargetkan penanganan sampah yang lebih komunal dan mandiri di tingkat kecamatan sebelum masuk ke sistem pengangkutan akhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *