Rintis Kampus Demokrasi dengan Bawaslu Mengajar dan KKN Tematik Pengawas Pemilu

UINAM dan Bawaslu Sulsel Jalin Kemitraan Strategis

GOWA – DEMI membangun ekosistem demokrasi yang lebih sehat dan melahirkan calon pengawas pemilu masa depan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan meresmikan jejaring strategis dengan dunia akademik.

Kolaborasi konkret dengan Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar (UINAM) ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi langsung merancang program terobosan seperti “Bawaslu Mengajar” dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik pengawasan pemilu, yang pertama kali digagas di Sulsel.

Pertemuan yang digelar di Ruang Senat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UINAM, Selasa (27/1/2016), menjadi titik awal sinergi yang diharapkan bisa menjembatani teori ilmu politik dengan praktik pengawasan pemilu di lapangan. Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari kedua belah pihak.

Ketua Prodi Ilmu Politik UINAM, Dr. Awal Muqsith, menyatakan kolaborasi ini merupakan penguatan dari hubungan baik yang telah terjalin.

“Ini bukan sekadar formalitas. Kami melihat peluang besar untuk mentransformasi kampus menjadi ‘laboratorium demokrasi’ yang hidup. Mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi langsung dari pelaku dan praktisi di garda terdepan pengawasan pemilu,” tegas Muqsith.

Sementara itu, Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Sulsel, Samsuar Saleh, menekankan komitmen untuk berbagi pengetahuan aplikatif.

“Kami sampaikan, pintu kami terbuka lebar. Skema kerjasamanya bisa dua arah: praktisi kami hadir di kelas untuk berbagi pengalaman nyata menangani pelanggaran dan sengketa, sekaligus kami sambut mahasiswa magang atau belajar langsung ke kantor Bawaslu untuk memahami tata kelola pemilu,” papar Samsuar.

Pertemuan tersebut berhasil memetakan empat pilar program aksi yang akan segera diimplementasikan:

1. Program “Bawaslu Mengajar: Praktisi Bawaslu akan masuk ke dalam kurikulum perkuliahan untuk mengisi mata kuliah khusus kepemiluan dengan studi kasus riil.
2. Laboratorium Demokrasi: Mahasiswa akan melakukan kunjungan lapangan dan magang di Kantor Bawaslu Sulsel untuk menyelami proses investigasi, penyelesaian sengketa, dan mekanisme pengawasan.
3. Literasi dan Publikasi Bersama: Kolaborasi dalam penerbitan jurnal, buku, dan modul pendidikan pemilih yang berbasis riset akademis dan pengalaman praktis.
4. KKN Tematik Pengawas Pemilu: Sebuah terobosan dimana mahasiswa Ilmu Politik akan diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata dengan fokus khusus pada pendidikan pengawasan partisipatif dan pemantauan di masyarakat.

Sebagai langkah lanjutan, kedua institusi segera menyiapkan Memorandum of Understanding (MoU) untuk memberi payung hukum dan memastikan keberlanjutan seluruh program kolaborasi ini.

Kerjasama ini dinilai tidak hanya akan memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga menyuntikkan perspektif akademik yang segar bagi pengembangan sistem pengawasan pemilu di Sulawesi Selatan. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *