Makassar, Wartana.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 untuk jenjang SMA dan SMK di Kota Makassar, khususnya di SMAN 17 Makassar, menuai apresiasi luas dari masyarakat. Sistem yang diterapkan tahun ini dinilai lebih transparan, tertib, dan memudahkan proses pendaftaran bagi calon peserta didik, serta bebas dari potensi manipulasi data.
Sejumlah orang tua siswa mengaku puas dengan mekanisme pendaftaran yang berbasis digital. Sistem ini berhasil mengurangi antrean panjang dan meminimalkan praktik tidak sesuai aturan. “Tahun ini terasa lebih mudah dan informasinya sangat jelas. Kami merasa lebih tenang karena semua tahapan bisa dipantau,” ujar seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya, mengapresiasi inovasi tersebut. Informasi mengenai jadwal, tahapan, hingga persyaratan pendaftaran juga diakses secara terbuka, menjamin akuntabilitas proses seleksi.
Menjadi salah satu sekolah percontohan, SMAN 17 Makassar mendapat sorotan positif. Kepala SMAN 17 Makassar, Asmar Achmad, S.Pd., menegaskan komitmen sekolah untuk menjaga transparansi penuh dalam seluruh proses penerimaan siswa baru. “Saya pastikan kalau nilai peserta pendaftaran tinggi, pasti lolos. Tidak ada celah bagi panitia untuk manipulasi data karena semuanya sudah by system,” tegas Asmar pada Sabtu (20/6/2026). Ia menjelaskan, kelulusan calon murid sangat ditentukan oleh nilai rapor empat mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA), nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta nilai tes Computer Assisted Test (CAT).
Asmar menambahkan, sistem seleksi telah dirancang untuk menjamin objektivitas, sehingga hasil yang diperoleh peserta murni berdasarkan peringkat nilai sesuai ketentuan berlaku. Mengenai kursi kosong akibat peserta yang tidak daftar ulang, Asmar menjelaskan, “Untuk mengisi kekosongan dari peserta yang tidak melakukan pendaftaran ulang, kami mengambil nomor urut tertinggi berikutnya sesuai arahan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dan aturan yang berlaku.” Pihak sekolah, menurutnya, hanya bertugas melaksanakan tahapan penerimaan sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. “Kami melaksanakan semuanya sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Pelaksanaan seleksi di SMAN 17 Makassar secara keseluruhan berlangsung tertib, meskipun sempat mengalami gangguan teknis di awal yang cepat teratasi. Keterbukaan informasi dan pelayanan prima sekolah ini mendapat pujian dari orang tua, memberikan kepastian dan rasa keadilan. Tingginya antusiasme masyarakat mencerminkan harapan besar terhadap kualitas pendidikan di Makassar. Dengan sistem yang semakin tertata dan berbasis digital, diharapkan SPMB SMA dan SMK di Sulawesi Selatan dapat terus ditingkatkan untuk menghadirkan proses penerimaan yang adil, objektif, dan akuntabel bagi seluruh calon peserta didik, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pendidikan.









