Sentuhan Nyaman di RSUD Lapatarai: Kamar VIP Baru, Tingkatkan Layanan Kesehatan 

WARTANA, BARRU — Suasana hangat dan tenang kini mulai terasa di salah satu sudut RSUD Lapatarai Barru. Sebuah ruangan baru dengan tempat tidur elektrik yang rapi, sofa tamu empuk, dan Smart TV tergantung di dinding menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan di daerah ini terus bertransformasi. Kamar VIP baru ini tak sekadar ruang perawatan, tetapi simbol dari sebuah komitmen: merawat pasien dengan lebih manusiawi.

Di tengah tantangan pelayanan kesehatan yang makin kompleks, RSUD Lapatarai melangkah lebih jauh dengan menghadirkan kamar perawatan berstandar tinggi. “Kami ingin pasien merasa seperti di rumah sendiri. Nyaman, tenang, dan tetap dalam pengawasan medis yang profesional,” ujar dr. Suriadi Nurdin, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Lapatarai, saat ditemui di sela kesibukannya, Senin (30/6/2025).

Kamar VIP ini dilengkapi fasilitas-fasilitas yang biasa ditemukan di hotel—seperti pengatur suhu ruangan (AC), lemari pendingin, dan tirai yang menjaga privasi pasien. Semua dirancang bukan hanya untuk menunjang penyembuhan secara fisik, tetapi juga kenyamanan emosional pasien dan keluarga.

Tak hanya soal kemewahan, di balik pembangunan kamar ini tersimpan harapan besar: agar warga Barru tak perlu jauh-jauh mencari layanan premium ke luar daerah. “Kami ingin masyarakat bisa mendapatkan layanan terbaik tanpa meninggalkan kampung halamannya,” ungkap dr. Suriadi.

Upaya ini adalah bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Barru dalam memajukan sektor kesehatan. Bupati Barru sendiri dijadwalkan akan meresmikan kamar tersebut dalam waktu dekat, sebagai simbol hadirnya layanan kelas atas di tengah masyarakat.

Tak berhenti di kamar VIP, RSUD Lapatarai juga tengah berpacu mengejar target nasional dalam implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Hingga akhir tahun, 60 persen dari total tempat tidur direncanakan akan memenuhi standar tersebut, sejalan dengan arahan Kementerian Kesehatan dan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Langkah-langkah ini, perlahan namun pasti, mengubah wajah pelayanan rumah sakit di Barru. Dari yang dulu terkesan kaku dan fungsional, kini menjadi lebih berempati, ramah, dan personal.

Karena bagi RSUD Lapatarai, kesehatan bukan sekadar soal angka dan obat—tetapi tentang rasa aman dan nyaman saat seseorang sedang berada pada titik paling rentan dalam hidupnya. (ok)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *