Pencarian Berakhir, Satu Korban Hanyut Sungai Kalimborang Maros Ditemukan Meninggal Dunia

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Hanyut di Sungai Kalimborang, Maros

Maros, Wartana.com – Setelah tiga hari pencarian intensif, Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu dari dua korban hanyut di aliran Sungai Kalimborang, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Korban berinisial NA (20) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 12.20 WITA, sekitar 10 kilometer dari lokasi awal kejadian. Operasi pencarian masih terus dilanjutkan untuk menemukan satu korban lainnya.

Koordinator Tim SAR Gabungan, yang terdiri dari Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros, serta relawan, mengonfirmasi penemuan tersebut. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Basri, menyatakan, “Korban ditemukan tersangkut di bebatuan di hilir sungai setelah kami melakukan penyisiran intensif menggunakan perahu karet dan pemantauan darat. Kondisi medan yang sulit dan arus sungai yang masih kuat menjadi tantangan utama.” Tim Damkarmat Kota Makassar turut berperan aktif dalam penyisiran ini.

Peristiwa tragis ini bermula pada Minggu (29/3/2026) ketika tujuh mahasiswa asal Makassar berangkat dari kawasan BTP sekitar pukul 12.30 WITA menuju Permandian Kalimborang Sepe-sepe. Setibanya di lokasi, empat orang di antaranya mencoba menyeberangi sungai dengan bantuan seutas tali sekitar pukul 14.09 WITA. Namun, secara tiba-tiba debit air sungai meningkat drastis dan arus menjadi deras, diduga akibat kiriman air dari hulu sungai. Dalam insiden tersebut, dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya, yakni NA (20) dan MF (20), terseret arus dan hilang.

Korban yang ditemukan teridentifikasi berinisial NA (20), seorang mahasiswa beralamat di BTP Blok AB, Makassar. Sementara itu, satu korban lainnya, MF (20), yang juga beralamat di BTP Blok AB, Makassar, masih dalam proses pencarian. Tim gabungan, termasuk unsur dari Damkarmat Makassar, berkomitmen untuk melanjutkan operasi pencarian dengan memperluas area penyisiran mengikuti aliran sungai hingga korban kedua ditemukan. “Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin dengan melibatkan seluruh elemen yang ada hingga korban terakhir dapat ditemukan,” tambah Andi Basri.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para wisatawan dan pecinta alam, agar selalu waspada dan memperhatikan kondisi cuaca saat beraktivitas di kawasan sungai atau wisata alam. Perubahan debit air yang drastis akibat kiriman dari hulu atau hujan lebat di pegunungan seringkali terjadi tiba-tiba dan dapat membahayakan keselamatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *