MAKASSAR — Langkah Pemerintah Kota Makassar, menata kawasan Jalan Veteran Utara
agar bebas dari pasar tumpah akhirnya membuahkan hasil maksimal.
Penertiban aktivitas bongkar muat serta pedagang sayur mayur yang selama puluhan
tahun menggunakan badan jalan dan trotoar di sekitar Pasar kubis dan lorong
sekitar, berlangsung lancar tanpa hambatan berarti, pada Minggu dini hari
(24/5/2026).
Dispora MKSR
[https://4menit.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-06-at-15.29.58.jpeg]
Upaya penataan yang dilakukan Pemkot Makassar, lewat pihak Kecamatan bersama tim
gabungan berlangsung tertib, aman, dan humanis.
Tak Ada Lagi Pasar Tumpah di Veteran Utara, Direlokasi Pedagang di Terminal
Mallengkeri Secara Gratis
[https://4menit.com/tak-ada-lagi-pasar-tumpah-di-veteran-utara-direlokasi-pedagang-di-terminal-mallengkeri-secara-gratis/]
22/05/2026
[https://4menit.com/wp-content/uploads/2026/05/pasar-tumpah-80×80.jpeg]
Tidak ada kericuhan maupun gesekan antara petugas dan pedagang. Pendekatan
komunikasi yang intensif serta edukasi persuasif menjadi kunci keberhasilan
proses penertiban tersebut.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief menegaskan bahwa
penataan dan penertiban aktivitas pedagang di kawasan sepanjang Jalan Veteran
Utara, dan pasar Kubis Kecamatan Bontoala, yang dilakukan Pemerintah Kota
Makassar berlangsung kondusif dan tanpa gesekan.
Ali Gauli Arief, mengatakan proses relokasi dan penertiban berjalan baik berkat
kesadaran para pedagang serta pendekatan humanis yang dilakukan pemerintah
bersama tim gabungan.
Lapak Berdiri 25 Tahun di Atas Drainase, Kecamatan Ujung Pandang Akhirnya
Ditertibkan
[https://4menit.com/lapak-berdiri-25-tahun-di-atas-drainase-kecamatan-ujung-pandang-akhirnya-ditertibkan/]
22/05/2026
[https://4menit.com/wp-content/uploads/2026/05/fasum-80×80.jpeg]
“Alhamdulillah penataan berjalan kondusif. Tidak ada gesekan karena semua
dilakukan secara kolektif dengan mengedepankan komunikasi dan menjaga ketertiban
serta keamanan warga,” ujar Ali Gauli Arief, Minggu (24/5).
Selama ini, aktivitas bongkar muat dan lapak pedagang yang memenuhi ruas Jalan
Veteran Utara kerap menimbulkan kemacetan, mengganggu pengguna jalan, hingga
membuat fungsi trotoar bagi pejalan kaki.
Kondisi itu bahkan telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi keluhan
masyarakat. Kini, kawasan tersebut mulai steril.
Para pedagang dan aktivitas bongkar muat dipindahkan ke lokasi yang lebih layak,
aman, dan luas di Terminal Malengkeri, Kecamatan Tamalate.
Pemerintah juga memberikan fasilitas tempat secara gratis agar para pedagang
tetap dapat menjalankan aktivitas ekonominya dengan nyaman dan tertata.
Palagi, tak tebang pilih, karena tak hanya di Jalan Veteran Utara, penertiban
pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Kubis dan sekitar Pasar Kalimbu,
Kecamatan Bontoala, juga berjalan efektif dan efisien.
Seluruh proses dilakukan melalui pendekatan dialogis sehingga tercipta saling
pengertian antara pemerintah dan pedagang.
Pemerintah Kota Makassar bersama unsur TNI-Polri, Satpol PP, Jajaran PD Pasar,
pihak kecamatan, kelurahan, Kesbangpol serta tokoh masyarakat turun langsung
mengawal penataan tersebut.
Pendekatan humanis yang dikedepankan sehingga proses relokasi tidak menimbulkan
konflik sosial dan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
Lebih lanjut, Ali Gauli menjelaskan, sebanyak 308 penjual, atau mobil boks
pedagang bongkar muat telah berpindah dan mulai berjualan di Terminal
Malengkeri, Kecamatan Tamalate.
Relokasi tersebut dilakukan atas kesadaran pedagang sehingga sepanjang Jalan
Veteran Utara, khususnya di wilayah Kelurahan Gaddong dan Kelurahan Wajo Baru,
mulai steril dari aktivitas bongkar muat di pinggir jalan.
Menurutnya, selama ini aktivitas bongkar muat di badan jalan menjadi salah satu
penyebab kemacetan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.
“Karena saat ini, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan lokasi relokasi yang lebih
luas dan tertata di Terminal Malengkeri agar aktivitas perdagangan tetap
berjalan tanpa mengganggu fasilitas umum,” jelasnya.
Selama ini, keberadaan pasar tumpah dinilai mengganggu arus lalu lintas karena
kendaraan mobil boks pedagang kerap menggunakan badan jalan untuk bongkar muat
barang dagangan.
Kondisi itu menyebabkan penyempitan ruas jalan, kemacetan panjang, hingga
mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Oleh sebab itu, penataan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota
Makassar, dalam mengembalikan fungsi fasum dan fasos, memperlancar arus lalu
lintas, menjaga kebersihan lingkungan, serta menciptakan kawasan pasar yang
lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.
Selain relokasi pedagang bongkar muat, penertiban juga dilakukan terhadap
pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menempati Jalan Kubis dan lorong-lorong
di sekitar Pasar menuju Jalan Veteran Utara.
Ali menyebutkan, pembongkaran lapak PKL di Jalan Kubis, Jalan Lobak, Lorong 97,
dan Lorong 98 telah dilakukan pada malam hari dan berlangsung lancar.
Pembersihan tersebut difokuskan untuk membuka akses jalan dan mengembalikan
fungsi trotoar serta badan jalan.
“Pembersihan lapak-lapak PKL yang menuju akses Jalan Veteran sudah dibongkar.
Semua berjalan baik karena pedagang juga memahami tujuan penataan ini,” katanya.
Berpindahnya pedagang ke Terminal Malengkeri, diharapkan menjadi solusi jangka
panjang agar aktivitas perdagangan tetap berjalan, namun tidak lagi menggunakan
fasilitas umum dan mengganggu kepentingan masyarakat luas.
Tak hanya itu, hal ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota
Makassar dalam mengembalikan fungsi jalan dan trotoar, menciptakan ketertiban
kota, serta menghadirkan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan tertata bagi
warga.
Lebih lanjut, Ali mengungkapkan, para pedagang yang selama ini menempati kawasan
tersebut sudah beraktivitas lebih 20 an tahun.
Adapun jumlah pedagang yang tercatat di kawasan Pasar Kalimbu mencapai 359
orang, terdiri dari.
“Kalau di jalan Kubis sebanyak 68 pedagang, jalan Mentimun 84 pedagang, jalan
Bayam 85 pedagang, lorong 101 sebanyak 35 pedagang, lorong 99 sebanyak 23
pedagang,” tuturnya.
“Kemudian pedagang di lorong 97 sebanyak 42 pedagang, serta pedagang di Lorong
98 dan sejumlah titik lainnya di sekitar kawasan pasar,” sambung Ali.
Menurutnya, keberhasilan relokasi dan penertiban ini menunjukkan adanya
kesadaran bersama antara pemerintah dan pedagang untuk menciptakan kawasan
perdagangan yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
Dia berharap para pedagang tetap konsisten menempati lokasi relokasi di Terminal
Malengkeri sehingga penataan Jalan Veteran dapat berjalan berkelanjutan.
“Dengan kesadaran pedagang untuk relokasi ke Terminal Malengkeri, penataan Jalan
Veteran kembali berfungsi dengan baik dan tidak lagi mengganggu pengguna jalan
lainnya,” ungkapnya.
“Fungsi jalan bisa kembali digunakan dengan nyaman dan aman oleh masyarakat,”
lanjut dia.
Dengan adanya penataan tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi kerawanan
sosial, kemacetan, serta kepadatan aktivitas di sepanjang Jalan Veteran dan
kawasan sekitarnya.
Kini kawasan yang sebelumnya dipenuhi aktivitas perdagangan mulai terlihat lebih
tertib dan bersih. Dukungan masyarakat terhadap langkah Pemerintah Kota Makassar
pun terus mengalir.
Warga yang bermukim di sekitar Jalan Kubis dan Jalan Veteran Utara mengaku
bersyukur atas penataan yang dilakukan pemerintah.
Mereka menilai langkah tersebut sudah lama dinantikan karena selama ini
aktivitas pasar tumpah tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga berdampak
pada kebersihan lingkungan dan kenyamanan warga sekitar. (*)









