MAKASSAR, WARTANA – Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, kembali turun menyapa warga dalam agenda reses pertama masa persidangan I tahun sidang 2025/2026, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan reses ini digelar untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, yang mencakup Kecamatan Panakkukang dan Manggala. Pada titik ketujuh, Supratman melaksanakan reses di Lorong 100 Pannara, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Jumat (17/10/2025).
Tiga Keluhan Utama Warga
Legislator dari Fraksi NasDem itu menyebut ada tiga keluhan dominan yang disampaikan warga selama kegiatan reses, yakni:
1. Perbaikan drainase,
2. Kompensasi iuran sampah bagi warga berpenghasilan rendah, dan
3. Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelatihan keterampilan.
Sosialisasi Kompensasi Iuran Sampah Masih Mini.
Terkait iuran sampah, Supratman mengungkapkan bahwa masih banyak warga belum memahami mekanisme program kompensasi tersebut karena sosialisasi belum berjalan maksimal.
> “Pada dasarnya ini informasi yang belum tersampaikan di warga, jadi belum seluruh lapisan masyarakat yang tahu,” ujarnya.
Ia menegaskan akan memperjuangkan agar warga di Panakkukang dan Manggala dapat segera menikmati manfaat dari program tersebut melalui revisi aturan kompensasi.
> “Ini yang harus direvisi sebenarnya, karena sekarang sudah tidak ada rumah warga dengan KWh 450 volt. Apalagi, rata-rata masyarakat sudah memiliki peralatan elektronik seperti kulkas,” tambahnya.
Fokus pada Perbaikan Drainase
Masalah drainase menjadi sorotan berikutnya. Supratman menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur ini sangat mendesak mengingat Kota Makassar akan segera memasuki musim hujan.
> “Kami akan coba bicarakan dengan dinas terkait mengenai penanganannya — apakah dilakukan pengerukan atau pembangunan baru,” jelasnya.
Dorong Pelatihan Keterampilan untuk Kesejahteraan Warga
Selain infrastruktur, Supratman menekankan pentingnya program pelatihan keterampilan untuk meningkatkan produktivitas warga.
> “Semisal laki-laki, bagus kalau pak Lurah bisa siapkan pelatihan barista, karena itu sekarang pekerjaan yang menjanjikan. Kalau perempuan, mungkin bisa pelatihan menjahit,” tuturnya.
Ia berharap berbagai aspirasi masyarakat, baik yang menyangkut pembangunan fisik maupun program kesejahteraan sosial, dapat terealisasi pada tahun 2026.
> “Kita coba usahakan tahun depan diadakan semuanya,” tutup Supratman.











