MAKASSAR, Wartana.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui program Multi Years Project (MYP) 2025-2027 senilai Rp3,7 triliun mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD dan Ombudsman RI Perwakilan Sulsel. Proyek ini dinilai mampu mengubah pola pembangunan infrastruktur daerah menjadi lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Koordinator Harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Mizar Roem, pada Senin (10/8/2026), menyatakan bahwa proyek strategis memerlukan perencanaan yang tidak hanya berorientasi pada satu tahun anggaran. Skema MYP, menurutnya, memberikan kepastian pembiayaan, memungkinkan target, tahapan pekerjaan, dan kebutuhan anggaran dapat direncanakan sejak awal.
“Banggar tentu melihat dari sisi kemampuan fiskal dan kesinambungan anggaran. Namun, fungsi DPRD tidak berhenti pada saat anggaran disepakati, pelaksanaan MYP terus kita kawal,” ujar Mizar. Ia menambahkan bahwa skema multiyears harus diterapkan secara selektif, memprioritaskan pembangunan strategis yang membutuhkan pengerjaan lebih dari satu tahun.
Legislator dari Fraksi NasDem itu juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang, pengawasan yang berjalan, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Keberhasilan MYP, lanjut Mizar, tidak cukup diukur dari besarnya serapan anggaran semata.
“Serapan anggaran itu penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran. Yang paling penting adalah output dan manfaatnya bagi masyarakat,” jelasnya. Mizar turut mendorong pemerintah untuk menyiapkan anggaran pemeliharaan setelah proyek selesai guna memastikan infrastruktur tetap berfungsi optimal.
Dukungan serupa datang dari Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulsel, Ismu Iskandar. Ismu menyatakan bahwa program MYP menyasar sektor yang bersentuhan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat, meliputi jalan, irigasi, hingga kesehatan.
“Pada prinsipnya Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Selatan mendukung program tersebut,” kata Ismu.
Program MYP 2025-2027 yang digagas oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi ini memiliki total alokasi anggaran sekitar Rp3,7 triliun. Rinciannya, sekitar Rp2,5 triliun dialokasikan untuk penanganan sekitar 1.400 kilometer jalan provinsi yang tersebar pada 85 ruas. Selain itu, Rp780 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi irigasi yang melayani sekitar 54 ribu hektare sawah. Pemprov Sulsel juga mengalokasikan sekitar Rp485 miliar untuk pembangunan dua Rumah Sakit Regional, yaitu di Gowa (Regional Selatan) dan Luwu (Regional Utara).
Pembangunan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar daerah, mendukung sektor pertanian, serta memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh Sulawesi Selatan.









