MAKASSAR, Wartana.com – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Kepastian ini disampaikan menyusul antrean kendaraan yang sempat terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir, di mana berdasarkan pemantauan terbaru, antrean di beberapa lokasi kini mulai melandai.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa kondisi stok BBM subsidi saat ini masih terjaga. “Stok BBM subsidi di Sulawesi Selatan saat ini masih aman dan mencukupi. Antrean di sejumlah SPBU juga sudah mulai melandai setelah berbagai langkah penguatan distribusi dan pengaturan pelayanan dilakukan,” ujar Lilik.
Lilik menambahkan, salah satu faktor yang memengaruhi kepadatan antrean sebelumnya adalah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Konsumsi Solar JBT di Sulsel dalam tiga bulan terakhir tercatat mengalami kenaikan signifikan. Rerata penyaluran harian Solar JBT pada periode tersebut meningkat 14,6 persen, sementara Pertalite juga naik 7,6 persen. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas logistik dan transportasi, serta perubahan pola konsumsi akibat perbedaan harga BBM subsidi dan nonsubsidi.
Untuk mengatasi peningkatan permintaan dan menjaga kelancaran pasokan, Pertamina telah mengambil berbagai langkah. Selain meningkatkan penyaluran Solar JBT dan Pertalite, percepatan distribusi juga dilakukan dengan memajukan jam operasional Depot serta mengoptimalkan armada Mobil Tangki (MT) melalui skema spot charter. Pertamina juga tetap melakukan pemantauan berkala terhadap stok, pergerakan antrean, dan kebutuhan BBM di setiap wilayah, serta mengaktifkan petugas marshal di sejumlah SPBU untuk membantu mengatur kendaraan dan memberikan informasi SPBU alternatif.
Selain itu, Pertamina memperkuat pengawasan penyaluran BBM subsidi bersama Forkopimda dan instansi terkait. Pengawasan ini mencakup kesesuaian transaksi, nomor polisi kendaraan, hingga barcode yang digunakan, khususnya untuk Biosolar yang pengisiannya dilakukan ke tangki asli kendaraan sesuai spesifikasi pabrikan. Pertamina juga mengevaluasi transaksi yang dinilai tidak wajar, dengan kemungkinan pemblokiran nomor polisi jika terbukti melakukan pelanggaran. Koordinasi dengan Organda dan Dinas Perhubungan di Sulsel juga dilakukan untuk membahas kewajaran konsumsi BBM dan skema pengisian sesuai kebutuhan operasional angkutan.
Lilik mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya, serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan. “Tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan karena stok di SPBU tetap tersedia dan distribusi terus berjalan. Penggunaan BBM secara bijak akan membantu menjaga kelancaran antrean dan memastikan penyaluran dapat dinikmati secara merata,” tambahnya. Masyarakat yang menemukan kendala pelayanan atau indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM dapat melaporkannya melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135.









