Trump Murka: Iran ‘Sangat Bermuka Dua’ Usai Bantah Negosiasi dengan AS

Trump soal Iran Bantah Nego dengan AS Lagi: Sangat Bermuka Dua!
Presiden Donald Trump melontarkan kecaman keras setelah Iran membantah tengah bernegosiasi lagi dengan Amerika Serikat. (Foto: REUTERS/Stoyan Nenov)

Jakarta, Wartana.com – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kecaman keras terhadap Iran pada Senin (3/8) setelah Teheran membantah adanya negosiasi ulang dengan Washington. Trump menegaskan bahwa blokade militer AS akan terus diberlakukan hingga tercapai “kesepakatan atau penyerahan total” dari pihak Iran.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menuding rezim Iran “sangat bermuka dua”. Ia menyatakan bahwa Iran secara “terbuka dan terang-terangan” telah menyangkal tengah melakukan perundingan.

“Kepemimpinan Iran benar-benar sangat bermuka dua! Mereka meminta pertemuan—bahkan ada yang menyebutnya “memohon”—pembicaraan dimulai, dengan pertemuan lanjutan yang sudah dijadwalkan dalam waktu dekat, tetapi kemudian mereka secara terbuka dan terang-terangan mengatakan bahwa mereka tidak melakukan pembicaraan apa pun, tidak ada yang sedang dibahas, dan mereka hanya berurusan dengan Oman,” tulis Trump. Ia menambahkan, “Entah Iran mau mengakuinya atau tidak, kami sebenarnya sedang membicarakan solusi atas masalah yang telah mereka timbulkan selama puluhan tahun.”

Pernyataan Trump ini muncul setelah Kementerian Luar Negeri Iran pada hari yang sama menampik adanya pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Iran menjelaskan bahwa satu-satunya perundingan yang sedang berlangsung adalah dengan Oman, terkait rencana pembagian kendali atas Selat Hormuz. Bantahan Iran ini bertentangan dengan klaim Trump sebelumnya bahwa negosiasi akan terjadi setelah ia membatalkan rencana serangan udara besar-besaran ke Iran.

Trump bersikeras bahwa Iran sebelumnya telah “memohon” untuk memulai pembicaraan, namun kini kembali melontarkan klaim “omong kosong seperti biasanya” mengenai kendali atas Selat Hormuz. Menurut Trump, jalur maritim vital tersebut “sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat” melalui apa yang ia sebut sebagai “Blokade” atau “Tembok Baja Amerika Serikat!” Ia menegaskan bahwa tidak ada yang dapat melewati selat menuju Iran tanpa izin AS, dan situasi ini akan berlanjut hingga “kesepakatan atau penyerahan total” tercapai.

Konflik antara AS dan Iran, yang dimulai dengan serangkaian tindakan militer dan sanksi ekonomi sejak 28 Februari oleh pemerintahan Trump, bertujuan untuk melumpuhkan industri nuklir dan rudal Iran. Meskipun demikian, setelah lebih dari lima bulan, Iran masih menunjukkan kemampuan meluncurkan rudal dan drone, serta mempertahankan persediaan uranium yang diperkaya. Serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz juga dilaporkan telah berdampak signifikan pada perdagangan energi global, memberikan Teheran posisi tawar yang kuat dalam konteks negosiasi dengan Washington.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *