Pukulan Telak Jelang Panen: Ratusan Pohon Zaitun Petani Palestina Diratakan Israel

Jelang Panen, Ratusan Pohon Zaitun Petani Palestina Dibuldoser Israel
Jelang panen buah zaitun Oktober mendatang, buldoser militer Israel secara tiba-tiba meratakan sekitar 31 ribu meter persegi lahan milik petani Palestina (REUTERS/Ali Sawafta)

Beit Rima, Wartana.com – Buldoser militer Israel meratakan sekitar 31 dunam (31.000 meter persegi) lahan pertanian milik petani Palestina di kota Beit Rima, barat laut Ramallah, pekan lalu. Insiden ini terjadi hanya beberapa hari menjelang dimulainya musim panen zaitun tahunan pada minggu pertama Oktober, mengakibatkan hancurnya lebih dari 400 pohon zaitun.

Peristiwa ini mengubah musim sukacita dan kebersamaan komunitas menjadi duka mendalam bagi para petani di desa tersebut. Abd Alfattah Tamimi, salah satu pemilik kebun zaitun, menyaksikan buldoser militer menghancurkan bagian atas pohon-pohonnya sebelum mencabut akarnya sepenuhnya dari tanah.

“Semua pohon zaitun kami, termasuk yang baru ditanam, tercabut. Begitu juga pohon zaitun tetangga kami, mereka juga mencabut semuanya,” ujar Tamimi. Ia menambahkan bahwa dirinya dan tetangganya memiliki hampir 9 hektar lahan yang dipenuhi pohon zaitun. “Mereka meninggalkan kami tanpa apa pun.”

Militer Israel menyatakan bahwa tindakan pembersihan lahan dari pohon zaitun dilakukan untuk mencegah ancaman keamanan atau penyergapan terhadap pasukan mereka. Namun, kelompok hak asasi manusia Palestina menolak alasan tersebut, menyatakan bahwa penghancuran itu merampas pendapatan petani Palestina dari penjualan zaitun dan minyak zaitun. Mereka juga menegaskan bahwa pohon zaitun merupakan simbol kuat hubungan masyarakat Palestina dengan tanah mereka.

Zaitun merupakan tulang punggung pertanian Palestina, sektor yang menyumbang sekitar 8 persen dari PDB dan menyediakan lebih dari 60.000 lapangan kerja, berdasarkan data kementerian pertanian Otoritas Palestina. Nather Tamimi, pemilik lahan lain di daerah desa Deir Nizam dekat Ramallah, mengungkapkan kepedihannya atas hilangnya pohon-pohon tersebut yang terjadi begitu dekat dengan musim panen.

“Dari lahan ini, saya dan saudara-saudara saya menghasilkan 120 drum minyak zaitun. Tetangga kami juga menghasilkan jumlah yang sama,” kata Tamimi, sambil menunjuk ke kebunnya. “Mereka mencabut pohon di mana-mana, bahkan di antara rumah-rumah.”

Selain operasi militer, aktivis dan petani Palestina juga memperingatkan adanya lonjakan serangan dari pemukim ilegal Israel. Pada Kamis sore, sekelompok pemukim menyerang sebuah kendaraan milik warga bernama Bilal Masalmeh di dekat kota Turmus Ayya, timur laut Ramallah, menyemprotnya dan beberapa pemuda dengan semprotan merica.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *