Rehabilitasi irigasi MYP rampung, petani Bulukumba targetkan tanam padi tiga kali setahun

Rehabilitasi irigasi MYP rampung, petani Bulukumba targetkan tanam padi tiga kali setahun

BULUKUMBA, Wartana.com — Rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Bontonyeleng dan Desa Palang Barae, Kabupaten Bulukumba, mulai memberikan dampak positif bagi sektor pertanian setempat. Proyek yang merupakan bagian dari Paket 1 Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini telah mencapai progres pembangunan sepanjang 1,1 kilometer dari total target 2,5 kilometer.

Pembangunan infrastruktur ini diproyeksikan mampu mengoptimalkan pengairan untuk lahan pertanian seluas kurang lebih 1.200 hektare. Kepala Desa Bontonyeleng, Andi Baso Mauragawali, menyatakan bahwa keberadaan jaringan irigasi yang memadai tidak hanya menjamin pasokan air pada lahan yang ada, tetapi juga membuka potensi pembukaan lahan pertanian baru di wilayah tersebut.

Ketersediaan air yang stabil diharapkan dapat memacu produktivitas hasil bumi secara signifikan. “Dengan adanya irigasi ini, ketersediaan air menjadi lebih terjamin. Hal ini berpotensi besar meningkatkan hasil produksi pertanian yang dirasakan langsung oleh masyarakat di dua desa, yakni Bontonyeleng dan Palang Barae,” ujar Andi Baso Mauragawali.

Manfaat nyata juga diakui oleh Jamaluddin, salah seorang petani di Desa Bontonyeleng. Ia mengungkapkan bahwa sebelum dilakukan rehabilitasi, aliran air sering kali tidak mencapai lahan pertanian di wilayah hilir, sehingga petani kesulitan mengelola lahan secara maksimal. Dengan selesainya proyek ini, Jamaluddin optimistis frekuensi tanam dapat meningkat dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun.

“Sebelumnya kami kesulitan karena air tidak sampai ke bawah. Dengan adanya irigasi ini, kami berharap dari yang biasanya hanya dua kali tanam, ke depan bisa sampai tiga kali dalam setahun, khususnya untuk komoditas padi,” jelas Jamaluddin. Senada dengan hal itu, Madasari, seorang petani muda, menilai perbaikan infrastruktur ini menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk tetap menekuni sektor pertanian karena prospek ekonomi yang kian menjanjikan.

Secara administratif, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan total anggaran sebesar Rp780 miliar untuk rehabilitasi irigasi di 16 kabupaten guna melayani 54.000 hektare sawah. Khusus untuk Paket 1 yang mencakup wilayah Bulukumba, Maros, Gowa, dan Sinjai, anggaran yang disiapkan mencapai Rp93 miliar, di mana Rp16,5 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk tiga daerah irigasi di Kabupaten Bulukumba. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *