Jakarta, Wartana.com – Empat negara dari berbagai benua tercatat sebagai yang pertama mengakui kemerdekaan Republik Indonesia setelah proklamasi pada 17 Agustus 1945. Mesir, India, Australia, dan Vatikan memainkan peran krusial dalam mengukuhkan kedaulatan Indonesia di mata dunia melalui jalur diplomasi yang intensif pada periode 1946-1947, bahkan sebelum banyak negara lain berani mengambil sikap.
Pengakuan ini datang dari negara-negara dengan latar belakang agama mayoritas yang berbeda, menunjukkan solidaritas global terhadap perjuangan Indonesia. Mesir menjadi negara pertama yang mengakui Indonesia secara de facto pada 22 Maret 1946, menyusul pengakuan de jure pada 10 Juni 1947. Melalui lobi para diplomat Indonesia di Kairo, Mesir tidak hanya memberikan dukungannya sendiri tetapi juga aktif meyakinkan negara-negara anggota Liga Arab lainnya untuk ikut mendukung kedaulatan Indonesia. Langkah ini berujung pada pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo, yang menjadi kedutaan pertama Indonesia di luar negeri. Mesir sendiri mayoritas penduduknya beragama Islam.
India, meskipun baru merdeka pada 1947, sejak awal telah menunjukkan solidaritas kuat. Hubungan dekat antara Mohammad Hatta dan Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru, menjadi fondasi penting. Solidaritas ini terwujud dalam bantuan 500 ribu ton beras yang dikirim Indonesia ke India pada Agustus 1946, saat India dilanda kelaparan. Setelah merdeka, India aktif mendukung Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terutama saat agresi militer Belanda ke Yogyakarta pada 1948, bahkan menjadi penggagas resolusi Asia-Afrika untuk mengecam tindakan Belanda. India adalah negara dengan mayoritas penduduk memeluk Hindu.
Australia juga memiliki peran penting. Simpati dari serikat buruh Australia terhadap perjuangan Indonesia membentuk dasar hubungan awal. Bersama India, Australia mengajukan resolusi di Dewan Keamanan PBB pada Juli 1947 yang mendesak Belanda menghentikan serangan ke Indonesia selama agresi militer pertama. Meskipun mayoritas penduduknya beragama Kristen, terdapat pula kelompok signifikan yang tidak beragama. Sementara itu, Vatikan menjadi negara pertama di Eropa yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947 dengan membuka misi diplomatik berstatus Apostolic Delegate di Jakarta. Hubungan resmi bilateral kedua negara terjalin pada tahun 1950 dan terus berlangsung hingga kini, berbagi nilai-nilai penghormatan terhadap keberagaman, perdamaian, dan keadilan sosial. Vatikan sendiri adalah pusat agama Katolik dunia.
“Dukungan awal dari Mesir, India, Australia, dan Vatikan menunjukkan bahwa perjuangan Indonesia bukan hanya masalah domestik, tetapi mendapatkan resonansi kuat di kancah internasional,” ujar Dr. Budi Santoso, seorang sejarawan diplomasi Indonesia. “Ini menjadi fondasi penting bagi legitimasi negara kita di tengah upaya Belanda untuk mengklaim kembali kekuasaannya dan membuktikan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia datang dari berbagai penjuru dunia dan beragam latar belakang agama, seperti Islam, Hindu, dan Kristen.”









