Transformasi Digital Lontara+ Makassar Jadi Lokus Studi Peserta Australia Awards

Transformasi Digital Lontara+ Makassar Jadi Lokus Studi Peserta Australia Awards

MAKASSAR, Wartana.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar menerima kunjungan studi dari peserta Australia Awards Short Course guna mempelajari transformasi digital melalui aplikasi super Lontara+ di Makassar Virtual Economic Center (MARVEC), Gedung Makassar Government Center (MGC), Rabu (5/8/2026).

Kunjungan ini diikuti oleh 27 peserta yang berasal dari tiga kementerian, yakni Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, dan Kementerian Keuangan, serta perwakilan dari 12 provinsi di Indonesia. Program ini bertujuan memperkenalkan praktik baik tata kelola pemerintahan dan digitalisasi sebelum para peserta melanjutkan studi singkat mengenai kebijakan publik di Australia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, menjelaskan bahwa kehadiran Lontara+ merupakan solusi atas banyaknya aplikasi perangkat daerah yang sebelumnya tidak terintegrasi. “Melalui integrasi seluruh layanan ke dalam satu aplikasi, masyarakat kini dapat mengakses berbagai pelayanan publik dengan lebih mudah. Dampaknya, jumlah aduan masyarakat meningkat hingga 418 persen dalam satu tahun,” ujar Roem saat memaparkan materi bertajuk Digital Insight, Better Governance.

Berdasarkan data periode Juli 2025 hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 25.219 aduan masuk melalui Lontara+, dengan 22.663 aduan berhasil diselesaikan. Tingkat penyelesaian yang mencapai 89,9 persen ini disebut Roem sebagai bukti efektivitas transformasi digital dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ia menambahkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan 92,5 persen pengguna menilai aplikasi ini mempermudah akses layanan.

Course Leader Australia Awards Short Course, Rachel Nolan, memberikan apresiasi terhadap kecanggihan sistem teknologi yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar dalam merespons keluhan warga. “Saya sangat terkesan dengan Pusat Pemerintahan Makassar yang baru serta kecanggihan sistem teknologi Anda. Sangat penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa pemerintah mendengarkan mereka,” ungkap Rachel.

Selain aplikasi Lontara+, para peserta juga meninjau fungsi MARVEC sebagai pusat analisis dan integrasi data real-time Kota Makassar. Fasilitas ini memantau berbagai indikator strategis, mulai dari CCTV lalu lintas, layanan pajak, hingga sistem penerimaan murid baru, yang menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan berbasis data oleh jajaran pemerintah kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *