Raih gelar doktor, Andi Amri Bakti beberkan kunci pertumbuhan UMKM melalui teknologi dan literasi keuangan

Raih gelar doktor, Andi Amri Bakti beberkan kunci pertumbuhan UMKM melalui teknologi dan literasi keuangan
Screenshot

MAKASSAR, Wartana.com — Ketua KSPPS Bakti Huria Syariah, Andi Amri Bakti, resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian promosi doktor di Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian tersebut mengungkap bahwa kunci utama pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak hanya bergantung pada suntikan modal, melainkan pada penguasaan literasi keuangan dan kemampuan adopsi teknologi.

Dalam penelitian berjudul “Analisis Pengaruh antara Green Financial Management dan Literasi Keuangan terhadap Pengembangan Usaha melalui Adopsi Teknologi”, Andi Amri menyoroti fenomena di mana penyaluran pembiayaan seringkali tidak berbanding lurus dengan kemajuan usaha. Berdasarkan studi terhadap anggota koperasi, ditemukan bahwa meski omzet dan aset meningkat, masih ada 30 persen anggota yang mengalami keterlambatan pembayaran akibat pengelolaan modal yang belum produktif.

“Tantangan koperasi saat ini bukan sekadar menyediakan modal, tetapi memastikan anggota memiliki kecakapan untuk mengelolanya secara berkelanjutan. Dana yang seharusnya menjadi pijakan usaha terkadang terserap untuk kebutuhan konsumtif karena kurangnya literasi keuangan,” ujar Dr. Andi Amri Bakti dalam paparan disertasinya.

Hasil analisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) terhadap 400 responden menunjukkan bahwa adopsi teknologi menjadi variabel paling berpengaruh dengan koefisien jalur sebesar 0,531. Temuan ini menegaskan bahwa UMKM yang memanfaatkan teknologi digital memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dibandingkan mereka yang masih bertahan dengan cara konvensional. Literasi keuangan juga terbukti secara signifikan membantu pelaku usaha dalam mengambil keputusan strategis.

Menanggapi hasil tersebut, Promotor Prof. Dr. Muhammad Ali, S.E., M.S., menekankan pentingnya relevansi hasil penelitian ini terhadap praktik bisnis di lapangan. Sejalan dengan hal itu, Andi Amri merekomendasikan agar lembaga pembiayaan atau koperasi tidak berhenti pada tahap penyaluran dana saja, melainkan harus memberikan pendampingan berkelanjutan terkait perencanaan keuangan dan penggunaan aplikasi pencatatan digital bagi para anggotanya.

Sebagai langkah konkret, riset ini menyarankan penguatan pemantauan indikator usaha seperti arus kas dan ketepatan pembayaran secara berkala. Dengan pendekatan tersebut, koperasi diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas anggota agar lebih tertib secara manajerial. Disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan model pemberdayaan UMKM yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *