MAKASSAR, Wartana.com — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi borong atau panic buying menyusul terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sulawesi Selatan. Pemerintah Provinsi memastikan bahwa ketersediaan stok BBM di tingkat distributor dan pengecer saat ini masih dalam kondisi aman.
Kepastian tersebut disampaikan Andi Sudirman usai menerima audiensi Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Kamis (10/9/2026). Menurutnya, kepadatan yang terjadi di lapangan dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat, terutama pada jenis BBM bersubsidi.
“Kami telah membentuk Satgas dan menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tidak melaksanakan panic buying dalam pembelian BBM. Stok tetap tersedia di SPBU, termasuk pada titik-titik yang beroperasi selama 24 jam,” ujar Andi Sudirman.
Selain faktor tingginya permintaan, Pemprov Sulsel juga menemukan indikasi praktik penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi di lapangan. Beberapa temuan menunjukkan adanya aktivitas pengisian berulang oleh kendaraan yang sama dalam waktu singkat, hingga penggunaan tangki kendaraan yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM melebihi kapasitas standar.
Menanggapi hal tersebut, Andi Sudirman menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan melalui tim terpadu yang melibatkan kepolisian dan Pertamina. Sanksi tegas telah disiapkan bagi pelaku kecurangan, mulai dari pencabutan izin usaha bagi SPBU yang nakal hingga pemblokiran nomor polisi kendaraan yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Kami mohon kerja sama dari pemilik kendaraan dan para sopir untuk tetap tertib dan mematuhi aturan yang berlaku. Pengawasan akan kami perketat ke depan demi memastikan distribusi BBM bersubsidi ini tepat sasaran dan membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.









