Penataan Parkir Jadi Cerminan Kota, Appi Minta Direksi Parkir Tak Berhenti Berbenah

Makassar, Wartana – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan bahwa wajah sebuah kota yang tertata dapat tercermin dari bagaimana sistem dan tata kelola perparkirannya dijalankan.

Menurut Appi, parkir bukan sekadar persoalan tempat kendaraan berhenti. Lebih dari itu, tata kelola parkir berkaitan dengan kedisiplinan masyarakat, keteraturan ruang kota, kualitas pelayanan publik hingga tata kelola pemerintahan.

Hal tersebut disampaikan Appi saat membuka Peresmian Kantor Unit Pelayanan Parkir (UPP) Anjungan Pantai Losari Kota Makassar, yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H Tahun 2026 serta Grand Opening penerapan sistem pintu penghalang atau barrier gate parkir di kawasan Anjungan Pantai Losari, Jumat (11/9/2026).

“Saya selalu mengatakan dari awal bahwa cerminan dari kota yang teratur dilihat dari seperti apa sistem dan tata kelola perparkirannya. Maka dari itu, penting sekali untuk kita semua dengan sangat serius mengurus yang namanya persoalan parkir,” kata Appi.

Minta Perumda Parkir Berani Berbenah

Appi mengakui membenahi sistem perparkiran di Kota Makassar bukan pekerjaan mudah. Persoalan parkir bersinggungan langsung dengan berbagai aspek sosial sehingga membutuhkan penataan secara bertahap, konsisten dan terukur.

Karena itu, ia meminta jajaran Perumda Parkir Makassar Raya menjalankan tugas dan kewenangannya secara serius, termasuk menghadirkan berbagai inovasi.

Menurut Appi, Perumda Parkir tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan. Perusahaan daerah tersebut juga harus mampu menciptakan sistem perparkiran yang tertib dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Saya lihat beberapa waktu setelah proses pelantikan atau pengangkatan direksi yang baru, ini benar-benar menjalankan berbagai macam terobosan untuk memastikan dan memaksimalkan,” ujarnya.

“Bagaimana perusahaan daerah ini tidak hanya mencari keuntungan, tapi bisa mengatur dengan baik kondisi perparkiran yang ada di Kota Makassar,” tambah Appi.

Mantan CEO PSM tersebut juga mengingatkan pentingnya penegakan aturan secara konsisten dan tidak tebang pilih.

Meski demikian, ia meminta proses penataan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Appi mengapresiasi jajaran direksi dan seluruh tim Perumda Parkir yang berupaya menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan dengan pendekatan yang baik.

Namun, ketika pendekatan persuasif tidak lagi efektif, ia meminta Perumda Parkir mengambil langkah penertiban sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku.

“Ini bukan pekerjaan yang mudah. Tetapi dengan segala macam terobosan-terobosan, akhirnya sekarang ini kita bisa melihat ada beberapa perubahan yang signifikan yang terlihat di Kota Makassar,” jelasnya.

Dorong Konsep Building Parking

Selain pembenahan sistem, Appi mengungkapkan Perumda Parkir Makassar Raya tengah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan unit-unit bisnis baru.

Ia menargetkan sejumlah unit bisnis baru mulai terlihat dan dikembangkan paling lambat tahun depan.

Salah satu konsep yang didorong adalah building parking atau fasilitas parkir bertingkat.

Menurut Appi, konsep tersebut dapat menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan parkir, terutama di kawasan dengan kepadatan kendaraan yang tinggi.

“Building parking ini adalah salah satu cara untuk menyiasati lahan sempit yang tidak tersedia atau lahan sempit yang tidak bisa kita maksimalkan untuk mampu diutilisasi penggunaannya untuk memberikan income secara bersama,” terangnya.

Pengelolaan fasilitas tersebut, kata Appi, dapat dilakukan melalui sistem sewa maupun kerja sama dengan pihak lain. Namun, pengembangan dan pengelolaannya tetap harus berada dalam koordinasi Perumda Parkir.

Appi menilai penyediaan alternatif parkir menjadi penting. Pemerintah, kata dia, tidak bisa hanya melarang masyarakat memarkir kendaraan di lokasi tertentu tanpa memberikan solusi.

“Kalau kita lihat beberapa daerah atau wilayah yang memang selalu padat dengan kendaraan parkir,” ungkpanya.

“Nah, ini yang harus kita urai, harus memberikan ruang. Karena tidak mungkin kita melarang tapi kita tidak memberikan solusi atau alternatif,” lanjut Munafri.

Jukir Liar Jadi Sorotan

Appi juga mendorong percepatan transformasi pengelolaan parkir dari pola manual menuju sistem yang lebih modern dan berbasis teknologi.

Digitalisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan dan mengurangi berbagai persoalan parkir, termasuk keberadaan juru parkir (jukir) liar.

Menurut Appi, Perumda Parkir telah memiliki sistem yang dapat membantu mengidentifikasi jukir resmi maupun jukir liar. Sistem tersebut diharapkan menjadi instrumen penting untuk memperkuat pengawasan sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai petugas parkir yang berwenang.

Karena itu, Appi meminta jajaran Perumda Parkir tidak berhenti berinovasi dan terus memaksimalkan kewenangan yang diberikan Pemerintah Kota Makassar.

“Jangan berhenti untuk terus bisa memaksimalkan apa yang diberikan atau wewenang yang diberikan dalam rangka mengelola proses perparkiran yang ada di Kota Makassar,” pesan Appi.

Ia berharap transformasi pengelolaan parkir ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik yang lebih tertib, modern, transparan dan nyaman.

Sosialisasi ke Masyarakat Harus Diperkuat

Ketua IKA FH Unhas itu juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat.

Menurutnya, penataan parkir tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dan pemahaman masyarakat sebagai pengguna layanan. Karena itu, edukasi mengenai aturan dan sistem parkir harus berjalan seiring dengan pembenahan infrastruktur dan pengawasan.

Pemkot Makassar, kata Appi, akan terus memberikan dukungan kepada Perumda Parkir dalam melakukan transformasi pengelolaan perparkiran.

Bagi Appi, keberhasilan penataan parkir pada akhirnya menjadi salah satu indikator tata kelola kota.

“Kalau parkirnya semrawut, ya ini akan berdampak ke sistem pengelolaan pemerintahan yang ada. Kalau parkirnya bagus, ya akan memperlihatkan juga bahwa ini adalah sistem pengelolaan yang baik,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *