MAKASSAR – GUBERNUR Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengambil langkah berbeda di tengah tradisi tahunan para pejabat yang menggelar open house saat Idulfitri.
Ia memastikan tidak akan mengadakan open house di rumah jabatan pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah tahun ini. Keputusannya justru mengirim pesan kuat, momen Lebaran adalah waktu emas untuk berkumpul bersama keluarga, bukan seremonial kenegaraan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Andi Sudirman saat melepas program mudik gratis di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Senin (16/3/2026).
Dengan tegas ia menyatakan bahwa rumah jabatan gubernur sesungguhnya terbuka untuk masyarakat kapan saja, sehingga tidak perlu ada acara khusus di hari raya.
“Saya ingin sampaikan bahwa di Provinsi Sulawesi Selatan tidak ada acara open house. Karena rumahnya selalu terbuka, jadi silakan buka rumah masing-masing saja. Kita kasih kesempatan semua untuk pulang ke keluarganya,” ujar Sudirman di hadapan ribuan pemudik yang akan melakukan perjalanan ke kampung halaman.
Keputusan menghapus open house ternyata tidak sekadar simbolis. Andi Sudirman memperluas kebijakan ini ke seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulsel dengan memberikan kelonggaran libur Lebaran yang lebih panjang. Para kepala dinas dan aparatur sipil negara (ASN) dipersilakan memanfaatkan waktu libur hingga 29 Maret sebelum kembali menjalankan aktivitas pemerintahan.
“Kadis-kadis saya terutama, mau pulang katanya dulu, silakan sampai libur di tanggal 29. Nanti 29 baru kita bikin acara mungkin ramah tamah sekaligus satu kali satu tempat,” jelasnya.
Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan bahwa para ASN juga berhak mendapatkan waktu berkualitas bersama keluarga di kampung halaman, terlebih mereka yang sehari-hari disibukkan dengan tugas pelayanan publik.
Tidak hanya soal libur Lebaran, Pemprov Sulsel juga bersiap menerapkan skema kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) bagi para ASN. Rencananya, pola kerja akan diterapkan dengan pembagian tiga hari bekerja di kantor dan dua hari dapat bekerja dari lokasi lain.
Andi Sudirman menjelaskan kebijakan ini masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat, sejalan dengan instruksi efisiensi dari Presiden. Namun, ia mengindikasikan bahwa model kerja fleksibel ini akan menjadi bagian dari transformasi birokrasi di Sulsel.
“Ini kami sudah menerapkan WFA, work from anywhere, 3 hari kerja, 2 hari di mana saja. Tapi nanti akan mungkin ditambahkan lagi. Mungkin nanti kita akan pertimbangkan setelah ada surat resmi dari Bapak Presiden,” katanya.
Dengan kebijakan ini, Andi Sudirman berharap para ASN dapat menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan keluarga. Sebuah pendekatan kepemimpinan yang menempatkan nilai kebersamaan di atas protokoler, sekaligus memberikan contoh bahwa pejabat publik pun perlu waktu untuk sekadar pulang ke keluarga. []











