Gubernur Sulsel Serukan Kewaspadaan, Ancaman Karhutla Meningkat di Tengah Musim Kemarau

Gubernur Sulsel Serukan Kewaspadaan, Ancaman Karhutla Meningkat di Tengah Musim Kemarau

MAKASSAR, Wartana.com – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyerukan kepada seluruh masyarakat di provinsi tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan ini dikeluarkan seiring menguatnya musim kemarau dan menyusul serangkaian insiden kebakaran yang telah terjadi di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

Peringatan ini bukan tanpa alasan, mengingat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya melaporkan kebakaran hutan dan lahan seluas sekitar 15 hektare di Kabupaten Tana Toraja. Selain itu, penanganan kebakaran juga telah dilakukan tim gabungan TNI-Polri, pemadam kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di kawasan Gunung Enrekang, Kabupaten Enrekang, dan wilayah Malino, Kabupaten Gowa. Gubernur Andi Sudirman mengapresiasi gerak cepat unsur-unsur terkait, namun menekankan bahwa pencegahan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Ayo warga kami tercinta, bersama-sama menjaga lingkungan sekitar serta mencegah dari kebakaran pada daerah dengan kerawanan tinggi,” ajak Andi Sudirman. Ia menambahkan, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membakar lahan secara sembarangan maupun membuang benda yang berpotensi menjadi sumber api. Sinergi antara pemerintah, aparat, petugas pemadam, dan masyarakat dinilai sangat krusial agar kebakaran tidak meluas, khususnya di tengah kondisi kemarau. “Pencegahan lebih baik daripada kita harus menghadapi dampak kebakaran yang lebih besar,” tegasnya.

Lebih lanjut, kondisi kemarau yang berkepanjangan turut meningkatkan ancaman kekeringan dan karhutla. Sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan bahkan telah masuk dalam peringatan dini kekeringan meteorologis. Kepala DLHK Sulsel, Kasman, membenarkan bahwa penanganan karhutla memang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, sektor swasta, hingga masyarakat. “Semua unsur terkait, baik itu pemerintah pusat, kemudian dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk keterlibatan semua sektor swasta,” kata Kasman.

Kasman juga melaporkan bahwa sejumlah titik kebakaran yang sebelumnya terjadi telah berhasil dipadamkan. Tim di lapangan masih terus melakukan monitoring dan evaluasi, sekaligus mendata luas wilayah yang terdampak. “Alhamdulillah, titik-titik tersebut sudah padam dan teman-teman sementara melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk mengevaluasi luasan yang terbakar serta melakukan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya. Ia menambahkan, proses pemadaman juga mendapat dukungan signifikan dari kelompok tani dan masyarakat sekitar, menunjukkan kolaborasi efektif di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *