Pemerintah Kota Makassar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap ideologi negara yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peringatan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, termasuk jajaran pemerintah kota, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat. Seluruh peserta mengenakan pakaian resmi dan mengikuti prosesi dengan penuh hormat di lokasi yang telah ditentukan.
Hari Kesaktian Pancasila diperingati untuk mengenang peristiwa sejarah kelam sekaligus menegaskan kembali komitmen seluruh elemen bangsa terhadap nilai-nilai luhur Pancasila. Peringatan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keutuhan dan persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan.

“Pancasila adalah pedoman sekaligus perekat yang menyatukan kita sebagai bangsa,” ujar salah satu pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberagaman Indonesia, khususnya di Kota Makassar, adalah kekayaan yang harus dijaga bersama.
Makassar sebagai salah satu kota besar di Indonesia memiliki masyarakat dengan latar belakang budaya, suku, dan agama yang beragam. Hal ini menjadi tantangan sekaligus kekuatan dalam membangun kehidupan yang rukun dan harmonis.
Dengan semangat Pancasila, Forkopimda Kota Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, keamanan, dan kedamaian dalam bingkai kebhinekaan. Nilai-nilai ini dianggap penting agar tidak terkoyak oleh paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara.
Melalui peringatan ini, pemerintah kota juga mengingatkan pentingnya peran aktif seluruh warga dalam menjaga toleransi serta menghargai perbedaan yang ada. Persatuan diyakini sebagai kunci dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks.
“Dengan begitu banyak suku, pulau, agama, dan keragaman penduduk, kita harus tetap menjaga kehidupan yang aman, damai, dan harmonis,” lanjutnya. Hal ini sejalan dengan semangat Pancasila yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

Forkopimda Makassar juga menekankan bahwa ideologi Pancasila harus terus diwariskan kepada generasi muda. Pendidikan karakter dan pembinaan wawasan kebangsaan dinilai penting agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi hafalan, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, Forkopimda mengajak seluruh masyarakat untuk merawat nilai-nilai luhur Pancasila demi terciptanya Kota Makassar yang damai, maju, dan bersatu. “Mari kita rawat nilai-nilai luhur ini, agar Kota Makassar dan bangsa kita senantiasa terjaga dalam persatuan dan kedamaian,” tutupnya.









