Barru, Wartana – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., secara resmi membuka Pelatihan dan Uji Sertifikasi Kompetensi Supervisor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi di Baruga Pettu Adae, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar dengan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTR Perkim) Kabupaten Barru.
Pelatihan yang diikuti 40 peserta ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi sekaligus memperkuat penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja di Kabupaten Barru.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Ina mengapresiasi sinergi Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar bersama Dinas PUTR Perkim Kabupaten Barru yang menghadirkan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor konstruksi.
“Pemerintah Kabupaten Barru terus memacu akselerasi pembangunan infrastruktur di berbagai sektor. Namun, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya hasil bangunan, melainkan juga dari proses pelaksanaannya yang aman, tertib, dan mengutamakan keselamatan para pekerja,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa sektor konstruksi memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak boleh dipandang sekadar sebagai pelengkap administrasi proyek. Menurutnya, K3 merupakan kewajiban hukum sekaligus investasi penting untuk mencegah kerugian material maupun korban jiwa.
“Saya tidak menginginkan kecelakaan kerja terjadi di Kabupaten Barru. Satu nyawa masyarakat sangat berharga. Karena itu, budaya keselamatan kerja harus menjadi komitmen bersama,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, setiap tenaga kerja konstruksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK). Sertifikasi, menurutnya, harus menjadi bukti nyata kemampuan tenaga kerja, bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif.
Andi Ina berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan tenaga konstruksi lokal yang profesional, memiliki kompetensi teknis, serta memahami mitigasi risiko dalam setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Kepada para peserta, ia berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Kalian adalah pionir yang akan mengawal terwujudnya budaya zero accident di Kabupaten Barru. Jangan berhenti belajar setelah pelatihan ini. Terus tingkatkan kompetensi dan kapasitas diri agar mampu bersaing serta memperoleh peluang kerja yang lebih luas,” pesannya.
Bupati juga meminta Dinas PUTR Perkim Kabupaten Barru untuk menjadikan program peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi sebagai agenda berkelanjutan setiap tahun guna mencetak tenaga kerja lokal yang tersertifikasi dan siap memasuki dunia kerja.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Barru bersama Wakil Bupati dalam membuka peluang investasi agar semakin banyak lapangan pekerjaan tersedia bagi masyarakat.
“Kami ingin anak-anak muda Barru dapat bekerja di daerahnya sendiri, dekat dengan keluarga, serta menjadi bagian dari pembangunan daerah,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan selama tiga hari dengan sungguh-sungguh, menyerap seluruh materi dari instruktur Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, serta mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat yang diakui secara nasional.
Sebelumnya, perwakilan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Ir. Muh. Irwan Amin, S.T., M.Si., menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten dan kota memiliki kewenangan tambahan dalam mengawasi pengelolaan serta pemanfaatan sumber material konstruksi sebagai bagian penting dalam mewujudkan penyelenggaraan jasa konstruksi yang berkualitas.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap pemanfaatan produk jasa konstruksi harus memperhatikan kesesuaian fungsi bangunan, umur rencana konstruksi, kapasitas dan beban bangunan, serta aspek pemeliharaan agar infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat secara optimal dan berkelanjutan.
Irwan berharap Tim Jasa Konstruksi Kabupaten Barru terus berkembang menjadi tim yang profesional dan mampu mendukung pembangunan nasional maupun pembangunan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas PUTRPKP Kabupaten Barru atas sinergi yang telah terjalin dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi kompetensi tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata, berjalan dengan lancar, serta semakin memperkuat budaya keselamatan dan profesionalisme di sektor jasa konstruksi,” tutupnya.









