Ce Hun Tiau, Kelezatan Kuliner Khas Pontianak yang Menggoda Selera

Bagi para pencinta kuliner sejati, mengeksplorasi makanan khas suatu daerah adalah suatu hal yang patut dilakukan. Khususnya jika Kamu sedang berada di Kalimantan Barat, sayang kesempatan dilewatkan untuk menikmati keberagaman kuliner khas Pontianak yang begitu menggoda.

Pontianak, yang mayoritas penduduknya adalah keturunan Tionghoa, menawarkan beragam hidangan yang tidak jauh dari pengaruh kuliner Tionghoa yang khas, salah satunya dessert yang bernama Ce Hun Tiau.

Nama Ce Hun Tiau mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Secara harfiah, Ce Hun Tiau adalah singkatan dari istilah dalam Bahasa Tio Cu yang merujuk pada kombinasi Ce (ubi), Hun (Tepung), dan Tiau (Balok Panjang).

Berbeda dengan Lek Tau Suan yang nikmat dinikmati dalam keadaan hangat saat malam hari, Ce Hun Tiau memiliki daya tarik lain. Hidangan ini lebih cocok disantap saat cuaca panas dengan tambahan es batu untuk sensasi yang lebih menyegarkan.

Menghadirkan es dalam Ce Hun Tiau memberikan kesenangan tersendiri, terutama dengan iklim Pontianak yang cenderung panas sepanjang tahun karena letaknya yang berdekatan dengan garis Khatulistiwa.

Seperti halnya kolak, Ce Hun Tiau tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mengenyangkan. Hidangan ini terdiri dari 7 bahan, yaitu ketan hitam, kacang merah, cincau, bongko (ati pari), santan, gula merah cair, dan ce hun tiau sendiri yang mirip cendol, berwarna putih dan terbuat dari tepung.

Untuk sensasi kesegaran yang optimal, kalian dapat mencampurkan es batu atau menyimpan hidangan ini dalam lemari es sebelum menyantapnya. Meskipun kelihatannya mirip dengan bubur kacang hijau, Ce Hun Tiau memiliki nuansa unik. Salah satu keistimewaan terletak pada tekstur kacang merah yang lembut dan hampir meleleh di mulut. Kacang merah yang digunakan memiliki karakteristik berbeda dengan yang umumnya ditemukan di Jakarta atau Pulau Jawa.

Saat dimasak, kacang merah dalam Ce Hun Tiau tetap utuh, tidak hancur seperti pada bubur kacang hijau biasa. Bulir kacangnya tetap lembut dan lezat. Ukuran kacang merahnya lebih kecil daripada biasanya, lebih besar daripada kacang tolo atau kedelai. Warnanya pun lebih gelap dan memberikan nuansa berbeda.

Penggunaan santan yang kental dan dimasak bersama daun pandan menjadi campuran yang tak tergantikan. Keunikan lainnya terletak pada adanya cendol berwarna putih yang lebih tipis daripada cendol hijau yang umumnya ditemukan. Berikut resep Ce Hun Tiau yang bisa Kamu masak di rumah.

Resep Ce Hun Tiau

Bahan-bahan:

250 gr Ce Hun Tiau
1 bungkus bubuk agar-agar plain
800 ml air putih
Pasta pandan secukupnya
3 sdm gula pasir

Kuah santan:

200 ml santan
800 ml air putih
1/2 sdt garam

Kuah gula merah:

300 gr gula merah
300 ml air putih
4 sdm gula pasir
1 lembar daun pandan, diikat simpul

Pelengkap:

Sagu mutiara yang sudah matang, secukupnya
Kacang merah yang sudah dimasak sampai empuk, secukupnya
Es batu secukupnya

Cara pembuatan:

1. Siapkan panci, lalu masukkan air, bubuk agar-agar & gula pasir. Aduk rata. Lalu tambahkan pasta pandan nya,aduk merata. Masak sampai mendidih.
Tuang dalam wadah, biarkan dingin. Selesai dingin, masukkan ke kulkas.
2. Kuah gula merah: Siapkan panci, masak air, gula merah & daun pandan. Tambahkan gula pasir. Aduk rata. Biarkan sampe kuah mengental. Angkat, tiriskan.
3. Kuah santan: Panaskan air, lalu rebus santan dan aduk rata. Tambahkan garam & daun pandan. Aduk-aduk sampai santan mendidih. Dinginkan.
4. Siapkan gelas saji. Sajikan bubur kacang merah dengan ce hun tiau, kuah santan, es batu, agar-agar hijau, dan kuah gula merah. Tambahkan satu scoop es krim sesuai selera.
5. Aduk terlebih dahulu sebelum diminum.

Dengan segala kelezatan dan keunikan yang dimilikinya, Ce Hun Tiau menjadi salah satu kekayaan kuliner Pontianak yang patut dicicipi. Nikmatilah sensasi berbeda dan kenikmatan yang tak terlupakan dari hidangan ini saat kalian berkunjung ke Pontianak. Selamat menikmati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *