Wali Kota Munafri Arifuddin ajak warga Makassar jadikan kebersihan sebagai budaya harian

Wali Kota Munafri Arifuddin ajak warga Makassar jadikan kebersihan sebagai budaya harian

MAKASSAR, Wartana.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin aksi bersih-bersih lingkungan dalam rangka peringatan World Clean Up Day (WCD) yang dipusatkan di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPST3R) Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Minggu (20/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Munafri menekankan agar kesadaran menjaga kebersihan menjadi budaya harian masyarakat, bukan sekadar aksi seremonial tahunan.

Sebelum menuju lokasi utama, Munafri bersama Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa, terlebih dahulu menyusuri perairan Pantai Losari menggunakan kapal pembersih limbah laut. Aksi ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), jajaran pemerintah kecamatan, komunitas lingkungan, hingga pengurus RT/RW setempat guna membersihkan sampah baik di daratan maupun di wilayah pesisir secara terintegrasi.

“World Clean Up Day ini jangan dimaknai bahwa bersih-bersih hanya dilakukan hari ini. Kebersihan harus menjadi kebiasaan yang kita bangun setiap hari,” ujar Munafri di sela-sela kegiatan. Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran kecamatan untuk tetap konsisten menjalankan program Jumat Bersih setiap pekan guna memastikan keberlanjutan gerakan menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Selain aksi fisik, kegiatan ini berfokus pada edukasi pemilahan sampah dari sumbernya. Munafri menjelaskan bahwa sampah organik yang terkumpul akan diarahkan untuk pengolahan pakan ternak di kawasan TPA Tamangapa. Sementara itu, sampah anorganik akan dikelola melalui Bank Sampah Unit (BSU) agar memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan pendapatan tambahan bagi rumah tangga, khususnya bagi ibu-ibu di wilayah tersebut.

Untuk mendukung sistem tersebut, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memperkuat dukungan terhadap Bank Sampah Pusat agar proses transaksi sampah dari tingkat unit berjalan optimal. Munafri menegaskan bahwa mulai tahun depan, pemerintah akan memastikan tidak ada lagi keterlambatan pembayaran kepada masyarakat yang telah aktif memilah sampah, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga dalam menjaga kebersihan kota.

Camat Mariso, Syahril, melaporkan bahwa aksi World Clean Up Day kali ini berhasil mengumpulkan total 74 kilogram sampah, yang terdiri dari 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram sampah anorganik, dan 12 kilogram residu. Keberadaan TPST3R Panambungan yang kini mengolah sekitar tiga ton sampah setiap hari diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengurangi volume limbah yang dibuang ke TPA Tamangapa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *