Wali kota Makassar instruksikan pengelolaan modern dan pendekatan humanis di TPA Tamangapa

Wali kota Makassar instruksikan pengelolaan modern dan pendekatan humanis di TPA Tamangapa

MAKASSAR, Wartana.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menitipkan mandat khusus kepada jajaran pejabat fungsional yang baru dilantik, terutama dalam hal pembenahan sistem pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa Antang. Ia menekankan pentingnya transisi menuju sistem pengelolaan yang lebih profesional, modern, dan berwawasan lingkungan.

Instruksi tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Appi itu saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang berlangsung di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (8/9/2026). Salah satu sorotan utama diberikan kepada Kepala UPT TPA Tamangapa Antang, Pesawatro S. ST, yang kini mengemban tanggung jawab besar di wilayah tersebut.

Dalam arahannya, Munafri menegaskan bahwa TPA Tamangapa memerlukan akselerasi teknologi agar tidak sekadar menjadi lokasi pembuangan sampah. Menurutnya, tata kelola persampahan berbasis teknologi sangat krusial untuk meningkatkan efektivitas serta efisiensi program yang tengah dijalankan pemerintah daerah.

“Ini dibutuhkan sistem pengelolaan TPA yang profesional, yang modern, dan berwawasan lingkungan yang tidak meninggalkan masyarakat yang ada di sekitarnya, sehingga TPA ini bisa menjadi TPA yang bermanfaat buat masyarakat,” ujar Munafri di hadapan para pejabat yang dilantik.

Selain aspek teknis, Wali Kota juga mengingatkan agar pengelola TPA mampu menjaga kondusivitas dan hubungan harmonis dengan warga sekitar. Ia menilai tugas tersebut tidak ringan karena keberadaan TPA berkaitan langsung dengan dinamika sosial masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Harmonisasi antara pengelola dan warga menjadi kunci keberhasilan operasional kawasan pemrosesan sampah.

Munafri menambahkan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial rutin, melainkan titik awal pembuktian dedikasi dalam pelayanan publik. Ia meminta para pejabat segera memahami tugas pokok dan fungsinya guna merespons kebutuhan masyarakat secara konkret. Menurutnya, rotasi dan penyegaran jabatan dilakukan semata-mata untuk memastikan roda pemerintahan berjalan optimal sesuai target pembangunan.

“Pelantikan ini adalah komitmen yang sudah kita bangun secara bersama-sama. Di dalam proses pelantikan jangan hanya menjadi sebuah seremonial yang tidak dilanjutkan pada tataran pascapelantikan. Dibutuhkan pembuktian dan dedikasi dalam rangka proses pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Selain fokus pada isu persampahan, Munafri juga memberikan arahan strategis kepada pejabat di Kelurahan Lakkang untuk mengoptimalkan potensi wisata berbasis kearifan lokal. Ia juga berpesan kepada Analis Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur agar memperkuat penerapan merit system demi menciptakan tata kelola ASN yang profesional dan berintegritas di lingkup Pemkot Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *