MAKASSAR, Wartana.com — Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, memastikan adanya penambahan alokasi anggaran untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Manggala dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan mendatang. Langkah ini diambil guna memprioritaskan penyelesaian ganti rugi lahan warga yang terdampak perluasan area operasional TPA.
Kepastian tersebut disampaikan Supratman saat menghadiri Pesta Rakyat HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kompleks Unhas, Kelurahan Biring Romang, Jumat (28/8/2026) malam. Ia menegaskan bahwa penyelesaian sengketa lahan warga bersifat mendesak agar aktivitas pengolahan sampah di Kota Makassar tidak terganggu oleh persoalan administratif dan konflik sosial.
“Lokasi TPA itu sudah mengambil sebagian lahan warga, sehingga harus ada biaya untuk mengganti. Sebab kalau tidak diselesaikan, di mana lagi kita akan membuang sampah,” ujar Supratman di hadapan warga setempat. Menurutnya, TPA Antang memiliki peran vital mengingat volume sampah di Kota Makassar saat ini telah mencapai sekitar 1.000 ton setiap harinya.
Selain fokus pada infrastruktur persampahan, Supratman juga menyoroti rendahnya serapan anggaran daerah yang berdampak pada ekonomi masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun, dari total Rp5,4 triliun APBD Kota Makassar, realisasi belanja baru menyentuh angka 40,8 persen. Kondisi ini dipicu oleh kendala administrasi yang saat ini tengah dalam pengawasan aparat penegak hukum (APH).
“Masih ada sekitar 59,2 persen anggaran yang tidak jalan, sehingga memang ekonomi terasa melemah. Kondisi ini juga diperberat dengan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, meski sebagian dana sebesar Rp100 miliar sudah mulai dikembalikan,” jelasnya. Supratman menambahkan, pihaknya tengah menggodok sisa dana transfer sebesar Rp403 miliar agar bisa dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan publik melalui anggaran perubahan.
Di sela kunjungan tersebut, legislator Partai NasDem ini juga menyatakan komitmennya untuk memperbaiki fasilitas umum warga, termasuk pembangunan atap lapangan bulu tangkis di wilayah tersebut. Penutupan acara ditandai dengan penyerahan hadiah secara simbolis oleh Ketua DPRD kepada para pemenang lomba tradisional, yang turut disaksikan oleh jajaran lurah dan tokoh masyarakat setempat.









