PINRANG, Wartana.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan bantuan 10 unit pompa ponton senilai Rp313,7 juta untuk mengatasi kekeringan di lahan pertanian Kabupaten Pinrang. Penyerahan bantuan ini dilakukan saat meninjau kondisi aliran primer Sungai Saddang di Desa Massewae, Kecamatan Duampanua, Minggu (20/9/2026).
Langkah pompanisasi ini diambil untuk menyikapi penurunan debit air sungai yang berdampak signifikan pada ketersediaan pengairan bagi petani selama musim tanam sela. Dalam kunjungannya, Gubernur didampingi oleh Bupati Pinrang Irwan Hamid, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Heriantono Waluyadi, serta unsur Forkopimda setempat untuk melihat langsung kondisi jaringan irigasi yang terdampak.
Selain pompa ponton, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyalurkan berbagai bantuan alat mesin pertanian (alsintan) lainnya. Bantuan tersebut meliputi 1 unit traktor roda 4, 1 unit traktor roda 2, 10 unit pompa Alcon 3 inch, 10 unit pompa Alcon 6 inch, serta pembangunan 9 unit sumur bor untuk menunjang produktivitas petani.
“Harapan kami air sungai yang ada bisa dipompa kembali supaya bisa menambah debit yang turun kepada jaringan sekunder dan tersier sampai ke sawah petani,” ujar Andi Sudirman Sulaiman saat memberikan keterangan di lokasi peninjauan. Ia menegaskan bahwa intervensi teknologi ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga ketahanan pangan daerah di tengah kondisi alam yang menantang.
Gubernur menambahkan bahwa penanganan masalah air di wilayah Sungai Saddang memerlukan solusi jangka panjang selain pompanisasi. Menurutnya, dibutuhkan rehabilitasi sistem irigasi secara menyeluruh, terutama di bagian hulu, agar distribusi air kembali normal dan menjangkau seluruh area persawahan.
“Pada prinsipnya kekurangan debit di hulu Sungai Saddang kita membutuhkan rehabilitasi besar. Kami telah mengusulkan anggaran sebesar Rp1,8 triliun ke Pemerintah Pusat. Insyaallah, mudah-mudahan segera terealisasi untuk mengoptimalkan desain irigasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” pungkasnya.









