Antisipasi Kemarau, Perumda-TM Palopo Siapkan Empat Langkah Mitigasi Air Bersih

Palopo, Wartana.com – Perumda Tirta Mangkaluku (Perumda-TM) Palopo menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang menyebabkan penurunan debit sejumlah sumber air baku hingga 80 persen.

Di bawah kepemimpinan Direktur Perumda-TM Palopo, Steven Hamdani, perusahaan daerah tersebut melakukan berbagai upaya untuk menjaga kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat di tengah kondisi sumber air baku yang terus mengalami penurunan.

Humas Perumda-TM Palopo, Arman, saat dikonfirmasi pada Senin (10/8/2026), menjelaskan terdapat empat langkah mitigasi yang dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau.

Langkah pertama adalah melakukan pompanisasi air Sungai Latuppa sebagai sumber air baku tambahan. Air tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan suplai air baku ke IPAM I Abdul Majid yang berada di Kantor Perumda-TM, Jalan Pongsimpin.

“Pompanisasi Sungai Latuppa dilakukan sebagai salah satu upaya menambah suplai air baku sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap dapat dipertahankan selama debit sumber air mengalami penurunan,” jelas Arman.

Langkah kedua, Perumda-TM melakukan pengaturan dan penggiliran distribusi air pada wilayah pelayanan IPAM 2 Magandang. Pola tersebut telah diterapkan selama beberapa hari terakhir sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi debit air baku yang tersedia.

Langkah ketiga adalah menyiapkan penyuntikan air ke dalam jaringan pipa melalui suplai armada mobil tangki pada wilayah tertentu yang mengalami keterbatasan pasokan.

Menurut Arman, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat di wilayah yang terdampak keterbatasan distribusi.

“Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan air bagi masyarakat selama kondisi debit sumber air baku masih rendah,” ujarnya.

Sementara itu, langkah keempat yang disiapkan Perumda-TM adalah pemanfaatan sumber air tanah sebagai alternatif tambahan air baku untuk menjaga kontinuitas pelayanan IPAM 2 Magandang selama musim kemarau.

Pemanfaatan sumber air tanah tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk mengantisipasi penurunan debit Sungai Magandang yang menjadi salah satu sumber air baku bagi sistem pelayanan tersebut.

Diketahui, wilayah layanan IPAM 2 Magandang mencakup kawasan Perumnas Rampoang dan sekitarnya.

Arman menambahkan, Perumda-TM terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi seluruh sumber air baku. Pola operasi produksi maupun distribusi akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, mengutamakan kebutuhan pokok dan menghindari pemborosan air selama musim kemarau,” imbaunya.

Berdasarkan pemantauan terakhir, sejumlah sumber air baku Perumda-TM Palopo mengalami penurunan debit yang cukup signifikan. Sungai Latuppa turun sekitar 60 persen, Sungai Mangkaluku sekitar 80 persen, Sungai Magandang sekitar 80 persen, Sungai Bambalu sekitar 50 persen, dan Sungai Battang sekitar 50 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Perumda-TM Palopo. Berbagai langkah mitigasi terus dilakukan sebagai upaya menjaga kesinambungan pelayanan air bersih sekaligus mengantisipasi dampak kemarau yang masih berlangsung.

Perumda-TM berharap dukungan masyarakat dengan menggunakan air secara hemat dan sesuai kebutuhan dapat membantu menjaga ketersediaan air selama kondisi sumber air baku belum kembali normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *