LUWU UTARA, Wartana.com — Bupati Luwu Utara sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, secara resmi membuka Orientasi dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMAN 8 Luwu Utara Angkatan ke-13 pada Sabtu (12/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula UPT SMAN 8 Luwu Utara tersebut ditujukan untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan memiliki jiwa kepedulian sosial yang tinggi.
Dalam sambutannya, Andi Abdullah Rahim menyampaikan bahwa PMR memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa keikutsertaan siswa dalam organisasi ini merupakan langkah awal untuk menjadi pelayan kemanusiaan di masa depan.
“Sebagai Ketua PMI Kabupaten Luwu Utara, saya sangat bangga dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Kalian adalah kader kemanusiaan, kader bangsa yang kelak menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan di tengah masyarakat,” ujar Andi Rahim di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan para calon anggota PMR untuk senantiasa memegang teguh tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Prinsip tersebut meliputi kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan. Menurutnya, keterampilan pertolongan pertama yang dipelajari selama Diklatsar harus dijadikan bekal pengabdian yang tulus.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Andi Lalak, yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan apresiasinya atas dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ia menilai kehadiran Bupati sekaligus Ketua PMI memberikan motivasi tambahan bagi pihak sekolah untuk terus memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler yang bernilai luhur.
Diklatsar PMR Wira Angkatan ke-13 ini mengusung tema “Bersatu dalam Kemanusiaan, Membangun Generasi Tangguh dan Peduli Sesama.” Selama pelatihan, para peserta akan menerima berbagai materi intensif, mulai dari prinsip dasar PMI, teknik pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), prosedur evakuasi korban, hingga simulasi kesiapsiagaan bencana dan kepemimpinan. Kegiatan ini ditutup secara simbolis dengan penyematan tanda peserta oleh Bupati Luwu Utara. (*)









